7 Driver Grab Pelaku Orderan ‘Tuyul’ Ditangkap, Begini Cara Kerjanya

Editor : Lucky
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, memberika keterangan terkait sindikat penipuan Illegal Access Grab

Online24, Makassar – Tujuh pelaku illegal access melalui aplikasi Grab yaitu IGA (31), AQM (25), RJ (25), HR (21), KFP (24), TR (24), serta TB (25) diamankan Dirkrimsus Polda Sulsel, Sabtu (20/1/2018). Mereka terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, menjelaskanmodus pelaku bahwa pada awalnya para pelaku membeli akun pengemudi Grab yang dipasarkan secara online, sehingga pelaku memiliki lebih dari satu akun pengemudi Grab dengan identitas yang berbeda, sebelum akhirnya memasang aplikasi Mock Location untuk melakukan aksinya.

“Kemudian para pelaku memasang aplikasi pihak ketiga yaitu, “Mock Location” pada hand phone android mereka yang berfungsi mencurangi system electronik aplikasi pengemudi Grab sehingga posisi keberadaan serta pergerakan GPS pengemudi dapan diatur sesuai kehendak pelaku,” ungkap Dicky, saat merilis kasus ilegal access di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (22/1/2018).

Setelah mendownload aplikasi Mock Location, pelaku lainnya pun membuat akun Grab sebagai penumpang dengan menggunakan hand phone android yang berbeda, dan berpura-pura untuk memesan Grab dan kemudian digunakanlah Mock Location untuk menggerakan GPS aplikasi Grab tersebut tanpa langsung turun kelapangan.

“Disatu sisi pelaku lainnya juga membuat akun Grab di sejumlah hand phone yang disediakan untuk berpura-pura menjadi pelanggan layanan Grab. Setelah itu, para pelaku pun menggunakan “Mock Location” sehingga pelaku dapat menggerakan GPS yang ada di aplikasi Grab, seolah-olah mereka sedang mengantar penumpangnya atau yang disebut istilah ‘tuyul’,” jelas Dicky.

Menurut kesaksian, ketujuh pelaku nekad melakukan aksi orderan ‘tuyul’ lantaran untuk memenuhi target orderan sebanyak 15 trip perhari dengan bonus Rp 240 ribu perharinya.

“Hal itu dilakukan secara silang, dan berulang-ulang dengan target masing-masing akun pengemudi Grab yang dimiliki harus memanipulasi 15 orderan trip perhari. Sehingga bisa mendapatkan bonus perharinya Rp 240 ribu dari setiap akun Grab tanpa mengemudikan penumpang,” jelasnya Dicky.

Dari penangkapan tersebut, kini pelaku dan barang bukti berupa 5 unit mobil dengan jenis yang berbeda, 50 unit hand phone android, 7 buah ATM, 3 buah modem, dan cacatan log kegiatan ilegal access, diamankan di Mapolda Sulsel. (*)