Asyik Minum Kopi di Pantai, DPO Kejari Manokwari Dibekuk

Reporter :
Editor : Asri Muhammad
Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin (kedua kanan) memberikan keterangan mengenai kronologi penangkapan DPO, Albert Rombe.
Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin (kedua kanan) memberikan keterangan mengenai kronologi penangkapan DPO, Albert Rombe.

Online24, Makassar – Daftar Pencarian orang (DPO) Kejari Manokwari Albert Rombe, berhasil diringkus oleh tim gabungan yang terdiri dari Kejati Sulsel, Kejari Polman dan Kejari Manokwari. Terpidana kasus korupsi ini dibekuk saat tengah asyik menyeruput secangkir kopi di pantai Bahari Kabupaten Polman.

“Tim sebelumnya sudah melakukan penggintaian. Setelah mengetahui keberadaan pasti, tim langsung menangkap terpidana. Ia dibekuk saat tengah minim kopi di pantai Bahari pada Selasa (23/1/2018) malam,” ujar Kasipenkum Kejati, Salahuddin, Rabu (24/1/2017).

Albert Rombe, merupakan terpidana kasus korupsi proyek pembangunan gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat.

“Terpidana merupakan mantan ketua harian KONI Papua Barat, yang juga sekaligus direktur dari CV yang menjadi rekanan dalam pembangunan proyek tersebut, telah mengurangi volume pekerjan,” ujarnya.

Hal tersebut dikuatkan dengan pendapat ahli konstruksi dan BPK. Sehingga disimpulkan dalam proyek dengan anggaran Rp 43 miliar tersebut, negara mengalami kerugian sebesar hampir Rp 26 miliar.

Selain terbukti dalam kasus korupsi, Albert juga memenuhi unsur pasal tentang pencucian uang.

“Modus yang dilakukan yang bersangkutan dalam melakukan pencucian uang adalah, dengan menyranfer anggaran sebesar Rp 43 miliar yang berasal dari dana hibah ke rekening KONI. Dari rekening KONI kemudian dia transfer ke rekeningnya yang untuk bisnis. Kemudian dia transfer lagi ke rekening satunya,” ungkap Salahuddin.

Albert sendiri ditetapkan sebagai DPO Kejari Manokwari setelah kasasinya ditolak oleh Mahkamah Agung. Oleh Mahkamah Agung dia diputusaké bersalah dengan hukuman penjara denda Rp 300 juta subsider 5 bulan penjara.

Terdakwa juga divonis harus membayar uang pengganti sebesar Rp 25.966.924.880 subsider 7 tahun penjara.

Albert akan langsung diterbangkan ke Manokwari hari ini, Rabu(24/1/2017) untuk segera menjalani massa hukumannya.