Tersangka dan Bukti Kasus Pipa PVC Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Reporter :
Editor : Lucky
Kasipenkum Kejati, Salahuddin
Kasipenkum Kejati, Salahuddin

Online24, Makassar – Berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan pipa PVC di Satuan Kerja (Satker) Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Provinsi Sulsel di Palopo telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejati Sulsel.

Pihak polda sendiri telah mengirimkan surat permintaan pelimpahan tahap dua kepada Kejati Sulsel.

“Kita sudah terima surat permintaan tahap dua dari penyidik polda Sulsel. Untuk selanjutnya tim penyidik Kejati akan melakukan koordinasi dengan pihak Polda,” ujar Kasipenkum Kejati, Salahuddin, Kamis (25/1/2018).

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kejari Palopo terkait kapan dan di mana tahap dua dilakukan.

“Locus Tempus perkara ini menjadi kewenangan Kejari Palopo. Maka itu kita akan koordiansikan dengan pihak Kejari Palopo apakah akan dilakukan tahap dua di Kejati atau di Kejari Palopo,” pungkasnya.

Dalam kasus tersebut, penyidik polda menetapkan tujuh orang tersangka. Mereka adalah Kaharuddin selaku KPA Kasatker SPAM, Ferry Nasir MR selaku PPK, Mukhtar Kadir selaku PPK, Andi Kemal selaku Pejabat Pengadaan, Andi Murniati selaku bendahara, Rahmad Dahlan selaku penandatangan SPM, dan Muh Aras selaku Koordinator Penyedia.

Kasus ini berawal dari proyek pemasangan pipa PVC di Satuan Kerja (Satker) Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Provinsi Sulsel. Namun dalam pelaksanaannya diduga proyek yang menelan APBN sebesar Rp 3,7 miliar tidak dikerjakan sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK).

Dalam kasus tesebut, ditemukan kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia sebesar Rp 2,4 miliar.