Keluarga Oknum Pol PP Yang Dianggap Mengeroyok Angkat Bicara

Editor : Muh. Idris

Online24, Makassar – Keluarga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bone menggelar konferensi pers terkait pemberitaan miring yang dimuat sejumlah media.

Konferensi pers yang digelar di warkop deJournal’s, kompleks ruko New Zamrud, jalan Pettarani, Makassar, Minggu (28/1/2018).

Dalam konferensi pers tersebut keluarga Satpol PP, Andi Risna angkat bicara bahwa pemberitaan yang tidak berimbang serta kronologis sedikit tidak sesuai dengan apa yang ada di tkp.

“Saat itu, 23 desember 2017 serangkaian pengamanan malam tahun baru. Saat itu Komandan Operasi yakni Kabid Tantibum Satpol PP, Andi Baharuddin yang juga kakak saya. Tegur dancer yang berada di area Air Mancur yang juga rawan listrik bertegangan tinggi di lapangan Merdeka,” kata Risna.

“Kata Kabid Tantibum tidak melarang, tapi di tempat tersebut dipasangi pagar karena merupakan area yang rawan membahayakan jiwa pengunjung, apalagi di tempat tersebut terdapat tegangan listrik yang tinggi,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya ada pemberitaan yang menganggap bahwa penyandang disabilitas, A Takdir di aniaya oleh pihak Satpol PP.

“Nah, logika sederhananya. Kalau di keroyok oknum Pol PP, artinya wajah Takdir ini pasti akan benjol-benjol. Tapi bahkan Takdir pulang dengan naik motor tanpa ada apa-apa,” kata Risna.

Lebih jauh, keluarga Satpol PP, Kasi Pengawasan, Andi Sharifuddin yang dianggap terlibat dalam penganiayaan tersebut sudah satu bulan ditahan bersama kedua anggota Satpol PP lainnya.

“Kami sudah meminta secara kekeluargaan, namun tidak di gubris dari pihak keluarga Takdir, supaya kita ini berdamai. Tapi yah, sudah diupayakan. Kalau memang prosesnya melalui hukum. Yah, sudahlah,” ujar Andi Rusli, keluarga Andi Sharifuddin.