Wabup Lutim Harapkan Pabrik Kayu Veneer Terus Berkembang

Editor : Asri Muhammad

Online24, Tomoni – Ingin melihat usaha rakyat tetap berjalan, Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengunjungi pabrik kayu veneer yang dikelola oleh PT Konsorsium Berdaya Hijau di Desa Mandiri, Kecamatan Tomoni, Senin (29/01/2018).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Luwu Timur didampingi Camat Tomoni Sri Mulyani dan disambut Ketua Forum Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) Kabupaten Luwu Timur Baharuddin.

Kedatangannya di pabrik pengolahan bahan baku tripleks untuk melihat langsung persediaan bahan baku agar aktivitas perusahaan yang baru berjalan hampir dua bulan ini bisa berkelanjutan.
“Saya datang mau melihat langsung kesiapan usaha ini, jangan sampai awalnya saja bagus setelah itu mangkrak ” Ujar Irwan

Lanjut dikatakannya, pabrik Pengolahan kayu setengah jadi ini dibentuk oleh tujuh kelompok tani hutan rakyat di Luwu Timur yakni Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) dari tujuh kecamatan masing masing Mangkutana, Tomoni, Tomoni Timur, Kalaena, Angkona, Burau dan Wotu.

Faktor utama yang harus dipersiapkan secara matang adalah stok bahan baku kayu. Dalam hal Pemerintah Luwu Timur menaruh harapan usaha rakyat ini bisa terus berkesinambungan sehingga nantinya menghasilkan ouput yang berdampak pada masyarakat luas terutama pada peningkatan kesejahteraan dan tarap hidup masyarakat di Kabupaten Luwu Timur.

Dalam pembicaraannya tersebut Irwan meminta agar perusahaan giat mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menanam kayu produktif untuk menunjang kelangsungan oprasional perusahaan.

“Ini nanti ada kebijakan pusat seperti hutan adat, dimana nanti hutan adat ini bisa diolah kayunya, teknisnya pihak perusahaan melakukan kerja sama dengan lembaga adat,” ujar Irwan.

Baharuddin Ketua Forum Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) mengatakan, target produksi yang kita harapkan dalam sehari adalah 25 kubik, namun kemampuan awal produksi kayu setengah jadi saat ini cuma 8 kubik perhari.

“Ini baru tahap uji coba, kedepan target ini harus tercapai,” ujar Baharuddin.

Hasil olahan ini dijual ke PT Abi Oso di Kota Surabaya, karena perusahaan ini sudah melakukan kerja sama dengan PT Konsorsium Berdaya Hijau.