Mengandung DNA Babi, Produk Ini Dilarang Beredar di Sulsel

Reporter :
Editor : Muh. Idris
Kepala BPOM Makassar, Muhamad Guntur
Kepala BPOM Makassar, Muhamad Guntur

Online24, Makassar – Kepala Kepala Balai Besar POM di Makassar, Muhammad Guntur, menjamin tidak ada lagi peredaran produk suplemen Viotsin Ds dan juga Enzyplek di wilayah Sulawesi Selatan. Hal ini ia sampaikan terkait hasil temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang menyebut bahwa dua produk tersebut positif mengandung DNA Babi.Rabu (31/1/2018).

Kepada Online24jam. Com, Muhammad Guntur, mengatakan bahwa pihak produsen telah menarik kedua produk tersebut sejak bulan September 2017.

“Kalau di Makassar Sulawesi, sejak bulan September 2017 Produsen dan Distributornya sudah menarik produk tersebut dari peredaran dan sudah bersih,” ujarnya,

Ia juga mengatakan, meski produsen dan distributor telah melakukan Penarikan, namun pihaknya masih secara rutin melakukan pengawasan Ketat.

“BBPOM Sulsel secara rutin melakukan pengawasan Ketat. Dan jika ditemukan pelanggaran, maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat, menerbitkan siaran pers yang diposting melalui website resminya.

Dalam siaran pers tersebut menyebutkan bahwa produk Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101. Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA Babi.