Terapkan Pendidikan Berbasis IT, IGI Gandeng Samsung

Editor : Aris Munandar

Online24, Makassar – Ikatan Guru Indonesia (IGI) bersama PT Samsung Electronic Indonesia berkunjung ke SMK Negeri 10 Makassar dan SMA Islam Al Azhar Makassar, Kamis (1/2/2018).

Dalam kunjungannya, Ketua Umum Pengurus pusat IGI, Muhammad Ramli Rahim bersama dua pimpinan Samsung, Head of Pre Sales and Solution, Banu Afwan Pribadi dan Head of Citizenship, Ennita Pramono guna memastikan hadirnya Samsung Tech Institut (STI) di SMK Negeri 10 Makassar dan Samsung Smart Learning Class (SSLC) II Indonesia pada SMA Islam Atihrah.

Pemilihan STI untuk sekolah tersebut merupakan kali pertama di luar pulau Jawa dan didasari bahwa adanya potensi masa depan pengembangan pendidikan berbasis IT di Sulsel.

Perlu diketahui bahwa STI merupakan ruang belajar sekaligus laboratorium teknologi canggih yang mengikuti perkembangan jaman.

“SMK 10 akan diberikan 4 ruangan canggih yang dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap. Keempat ruangan tersebut yakni ruangan khusus untuk HP, Alat Rumah Tangga, elektronik dan service centre,” Kata Ennita Pramono

Selain diberikan fasilitas lengkap untuk belajar menggunakan Tablet A8 dan semua fasilitas praktek, SMK 10 juga akan mendapatkan pelatihan berkelanjutan dan termutakhir sesuai perkembangan teknologi.

“Tanggal 5 Februari dua orang gurunya akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan khusus bersama ratusan guru dari STI lainnya di Pulau Jawa,” ujar Ennita.

Andi Umar, Kepala SMKN 10 Makassar merasa seperti mendapat durian runtuh. Pasalnya, Salah satu brand elektronik ternama itu memilih sekolah tersebut sebagai penerima STI.

Selanjutnya, Ketua Umum IGI bersama Pimpinan dan sejumlah teknisi PT Samsung Electronic Indonesia menuju SMA Islam Al Azhar guna menyiapkan SSLC selayaknya yang ada pada Kantor IGI di jalan Gagak, Kota Makassar.

Direktur Sekolah Islam Al Azhar, Jasman Luasin sangat bangga sekolah tersebut terpilih untuk kehadiran Samsung Smart Learning Class.

“Tentunya akan memaksimalkan dengan baik keberadaan SSLC di SMA Islam Al Azhar,” ujar Jasman

Berbeda dengan STI yang khusus SMK serta memiliki 4 ruangan, SSLC hanya satu ruangan dan bersifat umum.

Kadis Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo yang ditemui sangat bangga karena Sulsel dipilih dalam menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi termutakhir.

Kepada Ketua Umum IGI dan kedua Pimpinan Samsung, IYL berjanji akan terus mendorong pembelajaran berbasis IT di Sulsel.

Nantinya jika STI dan SSLC ini sudah rampung dan ditargetkan tuntas feberuari ini, diharapkan Mendikbud dan Gubernur Sulsel bisa bersama-sama meresemikannya.

“IGI berharap akan semakin banyak sekolah yang memanfatkan teknologi dalam pembelajaran terutama SMK yang pasti akan selalu tertinggal jika hanya memanfaatkan alat-alat yang ada disekolah,” ujar Ketua Umum IGI, Ramli Rahim.

“IGI juga berharap dengan adanya basis IT tersebut, akan semakin banyak dunia Industri yang mendekati dan bermitra dengan SMK secara total,” pungkasnya. (*/afid)