Terkait Suplemen Mengandung Babi, Dinkes Pinrang Akan Sidak Apotek

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Online24, Pinrang – Terkait informasi beredarnya dua jenis obat suplemen makanan yang mengandung babi yakni Suplemen Viostin DS dan Enzyplex tablet. Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang akan turun menggelar pemantauan disetiap toko obat yang ada di wilayah Pinrang.

Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, Drg. Dyah Puspita Dewi, M.Kes, menjelaskan pihaknya sudah melakukan pemantauan, meski belum ada surat edaran yang diterima Kemenkes maupun BPOM Sulsel.

“Ada staf yang bagian pengawasan obat yang memantau, dan kalaupun ada penarikan biasanya langsung ada surat penghentian peredaran obat tersebut dari Kemenkes atau balai POM. Siapa tau ada mi surat yang sampai tapi belum saya lihat” Ucapnya saat dihubungi, Sabtu (3/02/2018)

Selain itu pihaknya akan turun bersama jajarannya yang membidangi tentang pengawasan obat obatan di Pinrang. Dan untuk masalah penarikan, Dinas Kesehatan tidak memiliki wewenang melakukan penarikan, hanya bisa dilakukan oleh BPOM.

“Penarikan yang seperti itu kewenangan BPOM, kan Pinrang tdk ada Balai POM cuma perpanjangan untuk pengawasannya saja, kalau pun turun biasanya serentak tidak satu satu, pasti ada unsur kepolisian perindag dan lainnya, namanya tim terpadu “jelasnya

Untuk kedua jenis obat yang mengandung babi tambahnya, Dinkes dalam hal bidang pengawasan obat obatan sampai saat ini belum menerima laporan.

“Tugas kami memantau ke apotek, dan sampai saat ini tidak ada laporan peredaran obat tersebut” katanya.

“Tapi rencananya dalam waktu dekat ini, kami mau turun melakukan pemantauan, yang kami takutkan apotek sembunyikan kedua obat itu. tapi untuk penarikan itu wewenang POM” tutupnya

Seperti Dikutip dari siaran pers yang diedarkan BPOM, Rabu 31 Januari 2018, sehubungan dengan viralnya surat dari Balai Besar POM di Mataram kepada Balai POM di Palangka Raya tentang Hasil Pengujian Sampel Uji Rujuk Badan POM RI. Maka, Badan POM RI segera memberikan klarifikasi dan tercatat, sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101. Keduanya telah dianalisa dan positif mengandung babi.