Aksi Demonstran Terkait Kasus Penembakan di Gowa, Kapolres Gowa Angkat Bicara

Editor : Abd Aziz

Online24, Makassar – Aksi demonstrasi puluhan Mahasiswa yang digelar di bawah jembatan Fly Over, jalan Urip Sumiharjo, Makassar (5/2/2018). Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban sekaligus terduga pelaku curanmor di Bajeng, Kabupaten Gowa hingga akhirnya meninggal dunia pada tahun 2017 lalu.

Mendapat reaksi dari Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga. Melalui Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan saat di konfirmasi mengatakan, penembakan terhadap Syamsul Alam (16). Pada jumat itu, karena dia berusaha kabur.

“Pada hari jumat 08 Desembee 2017, Orang tersebut adalah pelaku curanmor di bajeng yang mencuri sepeda motor jenis kawasaki ninja DD 6211 NV milik Irwan,” ujar AKP Tambunan.

“saat ditangkap ia mengaku sdh dua kali melakukan aksinya, dan saat dibawa oleh kapolsek beserta anggota di kampung Timpopo, kecamatan Bajeng, pelaku mendorong brigadir Munandar dan melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas.” jelasnya.

Pihak kepolisian sudah berupaya untuk melakukan pertolongan medis. Namun nahas nyawa remaja tersebut tidak sempat tertolong ketika dilarikan ke RS Bhayangkara.

“Sesaat setelah penembakan Kapolsek bersama anggota segera membawa pelaku ke RS Bhayangkara namun nyawa pelaku tidak tertolong,” ujar Tambunan.

“Tidak ada niat Polsek untuk melakukan tindakan itu namun semata mata didorong oleh kondisi situssional yang terjadi saat itu,” tambahnya.

Selain itu, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga saat dikonfirmasi telah menerima pengaduan dari orang tua pelaku dan telah memerintahkan Propam Polres Gowa untuk melakukan rangkaian penyelidikan untuk mengumpulkan fakta-fakta peristiwa yang dilaporkan saat ini.

“Polres Gowa tidak akan mentolelir personilnya yang non-prosedural dalam penggunaan senpi, namun hal ini akan didasarkan pada temuan hasil lidik seksi propam polres gowa,” Tegas AKBP Shinto Silitonga.

Adapun laporan bahwa akan adanya aksi unras yang digelar oleh organ mahasiswa untuk mengawal kasus tersebut sudah diterima oleh Kapolres Gowa, Shinto Silitonga.

“Polres gowa senantiasa menerima seluruh pihak untuk berkomunikasi dan berdiskusi tentang permasalahan ini,” pungkasnya.(*/Shidiq)