Anaknya Ditembak Polisi, Orang Tua Korban akan Tuntut Polres Gowa

Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Syamsibar harus mengelus dada ketika mendengar anaknya telah meninggal dunia di RS Bhayangkara, pada 9 Desember 2017 lalu.

Diketahui anak Syamsibar, Syamsul Alam (16), yang diduga melakukan tindak kriminalitas curanmor hingga akhirnya menghembuskan nyawa, akibat peluru oknum polisi di Gowa bersarang di tubuh remaja tersebut.

Berdasarkan keterangan Syamsibar, anaknya di eksekusi saat berada di Bajeng, Kabupaten Gowa.

“Dalih menunjukkan lokasi TKP namun dianggap melakukan perlawanan hingga akhirnya almarhum Syamsul di berikan tindakan tegas, besok paginya kami diberitahukan dan tinggal mayat yang kami terima Pak,” ujar Syamsibar.

Namun pihak keluarga menganggap ada keganjalan dalam kasus tersebut, sehingga orangtua korban berkoordinasi dengan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sulsel guna mendapatkan perlindungan.

“Polisi sebagai aparat yang dipersenjatai harusnya beetindak sesuai protapnya. Selain itu, ada Perkap Nomor 8 tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar HAM dalam penyelenggaraan tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia,” kata Anggota Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Hukum dan HAM, Bimbim yang turut berpartisipasi dalam mengawal kasus tersebut.

“Sangat jelas dalam pasal 17 ayat (1) poin e bahwa menghormati status hukum anak yang melakukan tindak pidana dan memberitahukan orangtua atau wali anak yang ditangkap,” tambahnya.

“Namun pada dasarnya, sudah dilaporkan ke Propam pada 10 Desember 2017 lalu, namun belum ada kejelasan sampai saat ini. Sehingga kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegas Bimbim saat dikonfirmasi terkait aksi demonstran, Senin (5/2/2018).