Terkait Dugaan Telur Palsu, Ini Hasil Uji Dinas PKP Parepare

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Online24, Parepare – Dugaan telur palsu beredar di Kota Parepare, dibantah Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas PKP, Wildana. Hal diketahui usai pihaknya melakukan uji terhadap beberapa telur yang diduga palsu. Baik yang ada di pasar, maupun milik Unna, Selasa (06/02/2018).

“Kita tegaskan, tidak ada telur palsu di Parepare,” tegasnya.

Terkait kejadian ini, Wildana mengimbau agar masyarakat jangan langsung menyebarkan berita sebelum jelas kebenarannya. Karena hal itu dapat membuat masyarakat resah dan rugi.

“Kita minta agar masyarakat jika menemukan kejanggalan di lingkungannya, untuk segera melapor,” ungkapnya.

Sementara, dokter hewan, drh Nurdin, menjelaskan, jika telur yang ditemukan oleh warga tersebut, itu tidak palsu. Hanya saja sudah rusak, sehingga bentuknya saat dimasak pasti terhambur.

“Dari bentuknya saja kita sudah tahu, itu asli atau tidak, atau sudah rusak. Telur yang ditemukan warga itu, sudah disimpan selama satu bulan. Dimana idealnya mengkonsumsi telur maksimal dua sampai tiga Minggu paling lama disimpan,” jelasnya.

Terpisah, pedagang telur, Anwar, mengaku, kalau berita dugaan telur palsu ada di Parepare. Apalagi harga telur tetap masih tinggi, yaitu Rp 45 ribu per rak.

“Saya tidak tahu kalau ada berita begitu. Kalau telur langsung saya ambil dari kandang, di Pinrang dan Parepare,” ujarnya.

Sementara, Faisah mengaku, khawatir dengan adanya berita tersebut.

“Khawatir lah. Apalagi saya selalu konsumsi telur. Saya minta pemerintah cepat menindaki atau membuktikan pemberitaan itu,” ungkapnya.

Terpisah, Unna, mengakui, jika telur yang dia anggap palsu tersebut dibelinya dari sebulan lalu.

“Ada dua rak yang dibeli. Dibeli dari 5 Januari lalu, dan baru dikonsumsi ini,” akunya.