Tiga Kerugian Ini Bakal Ditanggung PSM Jika Bermarkas di Batakan

Editor : Aris Munandar
Verifikator PT Liga Indonesia Baru (LIB), Surya Binanga memeriksa kondis dan kualitas rumput lapangan
Verifikator PT Liga Indonesia Baru (LIB), Surya Binanga memeriksa kondis dan kualitas rumput lapangan

Online24, Makassar – PSM Makassar terancam jadi tim musafir di Liga 1 2018. Penyebabnya, karena satu-satunya stadion di Kota Makassar, Stadion Andi Mattalatta Mattoanging dinilai tidak layak jadi markas tim Juku Eja.

Tim Verifikator PT LIB, Surya Binaga telah menyambangi stadion berkapasitas 15 ribu itu, Selasa (6/2/2018) kemarin. Operator liga sendiri kali ini tidak lagi memberi toleransi jika salah satu item yang ditetapkan tidak dipenuhi klub.

Aspek paling utama jadi penghalang PSM bermarkas di Mattoanging adalah lampu stadion. PT Liga Indonesia Baru (LIB) mensyaratkan stadion setiap klub peserta liga harus punya penerangan berkapasitas minimal 800 lux. Sementara Mattoanging hanya mampu menerangi 500 lux saja.

Bukan hanya itu, sentel ban juga dinilai tidak memenuhi. Begitupun dengan atap stadion yang bocor sehingga jika turun hujan, air merembes ke penonton di bangku tribun tertutup.

Jika sampai batas waktu yang ditentukan PSM belum memenuhi syarat, maka dipastikan Stadion Batakan yang didaftarkan sebagai alternatif jadi markas mereka.

“Jika Stadion Andi Mattalatta tidak melakukan pembenahan, maka PSM akan berlaga di Batakan terus,” kata Surya Binaga.

Hal ini tentu perlu dibenahi sesegera mungkin karena operator liga memberi waktu untuk perbaikan. Pasalnya, PSM bakal menanggung sejumlah kerugian jika jadi tim musafir. Baik dari segi performa tim maupun finansial klub.

Mantan Manajer PSM era LPI, Husain Abdullah menyampaikan tiga kerugian yang mesti ditanggung PSM jika tampil di luar Sulawesi Selatan.

1. Jumlah Penonton Menurun Drastis

Selama gelaran Liga 1 2017, PSM menjadi klub dengan tingkat okupansi penonton tertinggi saat bermain di kandang. Stadion Mattoanging selalu disesaki suporter setianya dengan rata-rata bangku penonton terisi hingga 92 persen per laga.

Jika tim besutan Robert Rene Alberts harus melakoni laga kandang di Stadion Batakan, tentu akan berdampak terhadap menurunnya jumlah penonton mereka.

“Pertama, yang paling dirugikan adalah pendukung PSM karena tidak bisa menyaksikan tim kesayangannya berlaga di kandang sendiri,” papar Husain kepada Online24jam, Rabu (7/2/2018).

Suporter PSM yang banyak berdomisili di Makassar juga mesti menyiapkan keuangan dan waktunya untuk bisa melawat ke markas Persiba itu.