Duh, Nenek Miskin Dengan Suami Lumpuh Di Pinrang Ini Tidak Tersentuh Bantuan Raskin

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Online24, Pinrang- Salah seorang warga Jalan Bakung, Kelurahan Pacongan, Kecamatan Paleteang bernama Imari (52), merupakan warga kurang mampu yang luput dari perhatian Pemerintah Daerah Pinrang. Meski tak mampu Imari kini tak tersentuh bantuan pemerintah seperti Raskin.

Imari mengaku saat hendak mengambil mengambil pembagian beras raskin yang dibagi setiap tahun, Namanya hilang dan praktis tidak memperoleh Raskin.

“Saya dari kelurahan, sampai disana saya tidak dapat jatah, bahkan nama saya tidak ada. Padahal dulu ada” ungkapnya, Kamis (08/02/2018).

Ditahun sebelumnya keluarga Imari yang hidup dibawah garis kemiskinan itu, pernah menjadi viral di media, dengan berita dirinya yang tak dapat bantuan dari Pemerintah. Dan pada saat itu Imari langsung mendapat respon dari Pemerintah, dan Imari langsung mendapatkan bantuan seperti beras raskin. Namun tahun ini namanya telah hilang dan tidak ada dalam daftar.

“Saya pernah di datangi sama pegawai kelurahan, saya difoto, dan didata. Baru saya dapat pembagian beras raskin tahun lalu, tapi tahun ini tidak adami, padahal sudahma didatangi untuk didata” jelasnya.

Imari menceritakan kondisi keluarganya saat ini, Dirinya mengakui hidup bersama sang suami Ibrahim (72), yang mengalami kelumpuhan. Otomatis perempuan paruh baya itu menjadi tulang punggung keluarga.

Sedangkan Untuk menghidupi keluarganya,
Imari berjualan kue tradisional, yang hasilnya kadang tak cukup untuk kebutuhan sehari hari.

“Saya sangat mengharapakan beras bantuan dari pemerintah itu, demi mengurangi biaya hidup kami” harapnya

Terpisah Kepala Kelurahan Pacongan, Kecamatan Paleteang, Pinrang Andika Rosi, Membenarkan bahwa Imari memang tidak terdaftar sebagai penerima Program penanggulangan fakir miskin.

“kami sudah melakukan upaya dan berkoordinasi Dengan pihak dinas terkait, memang Imari tidak terdaftar sebagai peserta Penerimaan Rastra dan tidak terdaftar bagian dari Kesejahteraan sosial (KKS) dari kementerian sosial,”jelasnya

Tambahnya kata dia, Program penanganan warga miskin di Pinrang khususnya di kelurahan Pacongan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya.

“Saya selalu memperjuangkan warga kami diusulkan dalam program tersebut termasuk Imari, Mungkin karena Proses panjang sehingga tidak masuk data terpadu, sebelumnya kami Sudah ambil KTP dan KK keluarga besar tersebut,” bebernya.