Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Lampu Jalan Polman Naik ke Tahap Penyidikan

Reporter :
Editor : Muh. Idris

Online24, Makassar – Kasus dugaan korupsi pengadaan lampu jalan, bertenaga surya di Kabupaten Polman akhirnya naik dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Kasipenkum Kejati, Salahuddin, mengatakan, dinaikannya status kasus tersebut dikarenakan ditemukan beberapa fakta dalam proses Puldata dan Pulbaket.

“Kasus ini ditingkatkan ke penyidikan, sejak tanggal 31 Januari 2018,” ujarnya, Kamis(8/2/2018).

Ia mengatakan dalam Puldata dan Pulbaket, ditemukan fakta dan alat bukti terkait adanya dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut. Yakni adanya indikasi dugaan mark up dalam proyek pengadaan, lampu jalan yang tersebar di 144 Desa di Kabupaten Polman.

Untuk selanjutnya, ungkap Salahuddin, pihaknya akan memeriksa saksi-saksi yang dianggap mengetahui tentang proyek tersebut.

“Semua yang ada hubungannya dalam kasus ini, pasti semuanya akan kita panggil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi. Untuk mencari serta menemukan tersangka dalam kasus ini,” tandasnya.

Sekedar diketahui, 2015 Pemerintah Kabupaten Polman, melalui dana ADD mengucurkan anggaran Rp 4.610.074.000 untuk pengadaan lampu jalan tenaga surya, melalui Sekertariat Daerah (Setda) Pemkab Polman dan rekanannya yakni dari CV Zamzam.

Kemudian pada tahun 2016 Pemkab Polman kembali menganggarkan kembali proyek tersebut , melalui Dinas Kesehatan dan rekanannya yakni CV Barman sebesar sebesar Rp 889.020.000. Serta melalui Setda Pemkab Polman sebesar Rp 7.059.250.000 dan rekanannya yakni dari PT Alif Pratama juga CV Binanga dengan anggaran sebesar Rp 16.920.000.000, untuk pengadaan lampu jalan di 144 desa.

Di tahun 2017 Pemkab Polman kembali mengadakan proyek tersebut melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebesar Rp 188.00.000. Serta melalui Sekda Pemkab sebesar Rp 8.941.680.000 yang dikerjakan oleh PT Alif Pratama dan CV Binanga sebesar Rp 13.536.000.000.