Mata Uang Asing Disita dari Tangan Erwin Hayya, Polda Sulsel : Dia Harus Menjelaskan

Editor : Asri Muhammad
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

Online24, Makassar – Saat penggeledahan Balaikota di ruang BPKAD Kota Makassar, jalan Ahmad Yani pada 3 Januari lalu, sejumlah mata uang asing berhasil diamankan oleh Subdit III Tipikor Ditekrimsus Polda Sulsel.

Saat penggeledahan, uang tersebut terdapat di dua tempat yakni, dalam tas dan dalam brankas Kepala BPKAD Makassar, Erwin Hayya.

Mata uang asing yang disita dalam tas Erwin seluruhnya adalah uang dollar Singapura. Sementara, barang bukti mata uang asing yang disita di brankas Erwin adalah dollar Amerika, dollar Australia, Euro, Dong Vietnam dan mata uang Norwegia.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, seluruh mata uang asing tersebut telah diakui oleh Erwin adalah miliknya.

“Diluar uang Rp 300 juta sebagai barang bukti kasus tipikor, sisa uang yang disita diakui Erwin Hayya adalah miliknya. Namu , dia tidak bisa menjelaskan uang pecahan mata asing berasal dari mana, maka Erwin dapat dikenakan UU TPPU,” kata Dicky Sondani, Jumat (9/2/2018).

Adapun rincian mata uang asing yang disita dari tas Kepala BPKAD, Erwin Hayya yakni 1 lembar uang kertas pecahan seribu dollar Singapura, 21 lembar uang kertas pecahan seratus dollar Singapura, 7 lembar uang kertas pecahan sepuluh dollar Singapura.

Lalu, 6 lembar uang kertas pecahan lima dollar Singapura, 16 lembar uang kertas pecahan dua dollar Singapura, 1 keping uang logam pecahan satu dollar Singapura, 1 keping uang logam pecahan dua puluh sen dollar Singapura, 6 keping uang logam sepuluh sen dollar Singapura, dan 3 keping uang logam tiga sen dollar Singapura.

Adapun rincian mata uang asing yang disita dari brankas Erwin yakni mata uang dollar Amerika berjumlah USD 15,504 dengan rincian 155 lembar pecahan USD 100, 1 pecahan USD 50, 4 pecahan USD 10 dan 4 pecahan USD 1.

Lalu, mata uang dollar Australia berjumlah AUSD 3,330 yang terdiri dari 12 lembar pecahan AUSD 100, 36 lembar uang pecahan AUSD 50, 16 lembar uang pecahan AUSD 20, dan 1 lembar uang pecahan AUSD 10.

Untuk mata uang euro berjumlah 4.825 euro, yang terdiri atas 6 lembar uang pecahan 500 euro, 7 lembar uang pecahan 200 euro, 6 lembar uang pecahan 50 euro, 4 lembar uang pecahan 20 euro, 2 lembar uang pecahan 10 euro dan 5 lembar uang pecahan 5 euro.

Sementara untuk, mata uang dong Vietnam berjumlah 4.072.000 dong terdiri dari 2 lembar pecahan 200 ribu, 35 lembar pecahan 100 ribu, 2 lembar pecahan 50 ribu, 2 lembar pecahan 20 ribu, 3 lembar pecahan 10 ribu dan 1 lembar 2 ribu.

Dan untuk mata uang Kroner berjumlah 1,200 kroner dengan rincian 1 lembar uang pecahan 500, 2 lembar uang pecahan 200 dan 3 lembar uang pecahan 100.

“Erwin harus jelaskan uang itu darimana. Contohnya apa hasil bagi warisan atau habis jual tanah. Kalau hasil dari Gaji, apa mungkin seorang PNS punya gaji sebanyak itu?. Kalau Erwin bisa menjelaskan maka akan jelas uang itu darimana,” Kata Kabid Humas Polda, Kombespol Dicky Sondani saat dihubungi via Whatsapp.