Bukti Dianggap Lemah, LBM Pandawa: Hakim Tidak Pertimbangkan Bukti Plagiat dan Pembajakan Program

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – LBM Pandawa melakukan gugatan terhadap LBM Rajawali, atas Hak Cipta dan plagiat program kegiatan milik LBM Pandawa. Sidang putusan gugatan tersebut digelar di PN Makassar, Rabu(7/2/2018) tersebut, hakim menyebutkan bahwasanya hanya menimbang gugatan LBM Pandawa atas LCM Rajawali masih lemah karena didasari lemahnya bukti hak cipta yang digugat.

“Kami memberikan waktu selama 14 hari kepada penggugat (LBM Pandawa) untuk menyurat ke PN Makassar untuk mengajukan keberatan atas pertimbangan hakim dalam pembacaan putusan,” ujar Hakim Ketua yang diamini Panitera, Faisal Mustafa, dalam persidangan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LBM Pandawa Syamsuri mengatakan, pihaknya akan mengajukan keberatan atas putusan tersebut.

“Majelis Hakim memang memberikan peluang bagi kami untuk mengajukan keberatan. Jadi, pihak tergugat jangan bangga dululah. Masih ada proses hukum lain yang berjalan,” ucapnya, Jumat (9/2/2018).

Ia menegaskan, akan terus memperjuangkan hak yang menjadi miliknya yang telah dicuri, dibajak dan diplagiat pihak tak bertanggungjawab. Sebab menurut Syamsuri, Hakim tidak mempertimbangkan bukti-bukti gugatan plagiat dan pembajakan bentuk program yang dilakukan pihak LCM Rajawali.

“Hakim hanya menilai objek kunjungan yang bersifat umum dan memang kami tidak mempersoalkan objek kunjungan tersebut,” tuturnya.

Selain gugatan Hak Cipta di pengadilan, Syamsuri juga mengatakan pihaknya juga menempuh jalur hukum pidana.

“Jadi kami secara bertahap terus memperjuangkan kebenaran dan hak-hak kami yang secara tidak terhormat dipakai pihak tak bertanggungjawab,” tegas mantan wartawan Harian Fajar ini.