Kejati Diminta Periksa Nurdin Abdullah Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos

Reporter :
Editor : Aris Munandar
Front Mahasiswa Bantaeng Bersatu minta Nurdin Abdullah diperiksa terkait dugaan korupsi dana Bansos Bantaeng TA 2017.
Front Mahasiswa Bantaeng Bersatu minta Nurdin Abdullah diperiksa terkait dugaan korupsi dana Bansos Bantaeng TA 2017.

Online24, Makassar – Front Mahasiwa Bantaeng bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Sulsel, Senin(12/1/2018) sehubungan dengan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Kabupaten Bantaeng tahun anggaran 2017.

Dalam orasinya, koordinator aksi Yudha Jaya, dalam mengatakan bahwa bansos Kabupatèn Bantaeng tahun anggaran 2017 sebesar Rp1.705.000.000 yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan rakyat daerah (DPRD) Bantaeng serta ditanda tangani oleh Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah selaku kuasa pengguna anggaran.

Namun hingga tahun 2018 dana tersebut tak kunjung cair. Padahal menurut Yudha, Pemerintah Kabupaten Bantaeng telah mengalokasikan anggaran dengan berbagai peruntukan.

“Dari total anggaran Rp 1.705 miliar, sebanyak 1. 272 miliar untuk bantuan sosial beasiswa Bantaeng, Rp 223 juta untuk bantuan tidak direncanakan, dan Rp 210 juta dialokasikan untuk bantuan bencana alam,” ujarnya.

Ia mengatakan, Bupati Bantaeng dan semua oknum yang terlibat harus bertanggung jawab atas tidak jelasnya kemana anggaran dana bansos tersebut. Karena telah merugikan negara termasuk 320 mahasiswa penerima bantuan tersebut.

“Pihak kejaksaan tinggi sulsel harus propefisonal dalam penaganan indikasi kasus korupsi tersebut. Maka dari itu, kami meminta Kejati Sulsel untuk segera memeriksa Nurdin Abdullah, dan segera mengusut tuntas kasus tersebut,” imbuhnya.

Selain melakukan aksi demonstrasi, mereka juga secara resmi melaporkan kasus tersebut ke Kejati Sulsel.

“Kami juga akan melaporkan secara resmi kasus dugaan korupsi bansos dana di Kabupaten Bantaeng. kepada Kejaksaan Tinggi Sulsel. Kami punya data-data, dan data tersebut akan kami serahkan ke Kejati sebagai laporan resmi,” ujarnya.