Ini Dia Kelebihan Pasangan Fatma di Sidrap

Editor : Muhammad Tohir

Online24,Sidrap- Dari dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Sidrap, pasangan Hj Fatmawati dan Abdul Majid adalah pasangan paling ideal memimpin Sidrap lima tahin ke depan.

Kedua Figur saling melengkapi, Dimana Hj.Fatmawati merupakan politisi Nasional dan seorang pengusaha dermawan, sementara abdul Majid merupakan sosok Birokrat Murni yang sudah puluhan tahun mengabdi sebagai PNS.

Kedua, Pasangan FATMA dinilai akan langgeng selama memimpin kabupaten Sidrap, karena mereka berdua dipaketkan bukan karena kawin paksa dan kepentingan tertentu, misalnya saja karena berbagi biaya untuk maju, tapi Ibu Fatmawati yang meminang Abdul Majid karena Fatmawati melihat jika sosok Abdul Majid merupakan sosok PNS yang kwalitas dan track Recordnya bersih dan berprestasi.

“Kalau dibeberapa daerah wakil Bupatinya nyaris adu jotos dan baku bombe, insya Allah paket FATMA tidak demikian, pertama bukan karena kawin paksa dan kedua Pak Majid orientasinya adalah pekerja dan pengabdian,” ujar penggiat anti korupsi Sulsel dari Garda Anti Korupsi Zainal Natsir.

Jika terjadi ketidak cocokan antara Bupati dan wakil karena kepentingan proyek misalnya maka yang dirugikan adalah masyarakat dimana roda pemerintahan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Insya Allah paket Fatma juga jauh dari korupsi, pertama baik Bu Fatma Wati dan Bpk.H.Abdul Majid merupakan pejabat bersih terbukti selama dikasih amanah dikerjakan dengan baik dan tidak terlibat kasus, artinya mereka teruji, kedua mereka juga memiliki latar belakang bukan orang tidak mampu,”tambahnya.

Ke untungan lain bagi masyarakat jika Memilih FATMA proses pembangunan dikabupaten Sidrap akan berlanjut, program mensejahterakan, insfratruktur, kesehatan dan sebagainya akan dilanjutkan.

Kalau untuk memperkaya diri sendiri tidak ada logika yang bisa mendukungnya, dimana pertama, Fatmawati telah selesai dengan kepentingan dan masalah finansial, ditopang suaminya seorang tokoh yang digadang-gadang melenggang ketingkat nasional.

“Anak-anak beliu masih kecil-kecil jadi tidak mungkin bisa mengatur proyek, atau minta proyek atau mengintervensi kebijakan orangtuanya,” Tandasnya.