Kelanjutan Kasus Dugaan Korupsi Lahan Bandara Tunggu Kajati Baru

Reporter :
Editor : Asri Muhammad
Kasipenkum Kejati, Salahuddin
Kasipenkum Kejati, Salahuddin

Online24, Makassar – Kasus dugaan koruspi dan mark up pengadaan lahan untuk perluasan bandara Sultan Hasanuddin Makassar, yang ditangani Kejati Sulsel hingga kini seolah jalan ditempat.

Setelah menetapkan sembilan orang tersangka, tidak terlihat lagi ada progres berarti yang dilakukan pihak Kejati Sulsel. Bahkan janji Jan S Maringka, sewaktu menjabat sebagai Kajati Sulsel hingga kini tidak terealisasi. Jan, pada saat itu berjanji akan menetapkan lagi tersangka dalam kasus tersebut.

Ditanya mengenai hal tersebut, Kasipenkum Kejati, Salahuddin, menjawab diplomatis.

“Tim masih bekerja. Tetapi untuk kelanjutannya nanti kita lihat setelah ada Kajati baru,” ujar Salahuddin, Rabu(14/2/2018).

“Nanti kita tunggu pak Kajati seperti apa lagi. Sampai saat ini kita belum tau kebijakan pimpinan yang baru karena belum dilantik. Kita tunggu pimpinan,” pungkasnya.

Terakhir kali, pihak Kejati memeriksa mantan dirut PT Angkasa Pura, pada bulan November 2017 lalu. Setelah itu tidak pernah ada terdengar lagi progres kasus tersebut.

Kejati sendiri sebelumnya telah menetapkan sembilan orang tersangka. Kesembilan orang tersebut sudah menjalani persidangan dan divonis bersalah oleh majelis hakim pengadilan Tipikor Makassar.

Kasus tersebut bermula saat PT Angkasa Pura 1, melakukan pembebasan lahan seluas 60 Hektar di Dusun Baddo-baddo, Desa Baji Mangai l, Kabupaten Maros untuk Pengembangan Bandar Udara International Sultan Hasanuddin. Namun diduga ada markup perhitungan yang mengakibatkan anggaran membengkak dari Rp 186 miliar menjadi 520 miliar.

Berdasarkan perhitungan BPKP, kasus ini menimbulkan kerugian negara sebanyak Rp 317 miliar.