Anak Suka Bermain Kasar Dan Berbahasa Kotor? Ini Pengaruhnya

Editor : Muh. Idris

Online24,Makassar – Miris rasanya kalau melihat anak-anak kecil sekarang sudah banyak melawan dan melakukan tindakan tak senonoh baik pada temannya sendiri atau bahkan pada orangtuanya.

Menurut psikolog, ada beberapa faktor yang bisa mendorong anak untuk melakukannya itu. Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Psi., mengatakan pada dasarnya, anak itu mulai mencari ijati dirinya. Salah satunya dengan berteman atau kumpul-kumpul bersama kelompok tertentu.

“Biasanya di usia segitu mereka memang sudah sukanya kumpul dengan kelompok tertentu yang dianggap sama dengan mereka,” terangnya.

Hanya saja, untuk bisa bergabung terkadang ada aturannya sendiri. misal harus sama hobinya, rela ikut kemana saja dan lainnya. Kalau tidak, tidak dianggap teman dan dimusuhi.

Persoalan ini kemudian akan makin jadi jika pola asuh orangtua yang tidak bisa mengarahkan anaknya.

“Kalau orangtua pandai mengarahkan, anak tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Tapi kalau tidak diarahkan, anak berpikir lain sesuai dengan cara pandang mereka.” paparnya.

salah seorang Psikolog yang akrab disapa Nina juga menambahkan, bahwa orang tua sendiri kerap memberikan contoh yang buruk, bahkan meski hanya berupa komentar iseng.

“Kadang kan orang tua itu sering kasar, apalagi lingkungan pergaulan dan tetangga-tetangga sering menyampaikan kayak gitu. Orang tua juga kalau ada yang salah, langsung menghukum, kemudian menghukumnya juga berlebihan. Itu kan juga terekam oleh anak,” jelasnya.

Nina menambahkan, ini pun terlihat pada pembicaraan anak, bahkan hingga ke guyonan yang dilontarkan di teman-temannya.

“Becandaan anak sekarang juga tidak terkontrol, seperti menggunakan kata-kata kasar, bahasa kotor yang sudah dianggap itu biasa. Di luar itu, media seperti TV dengan menyiarkan hal-hal yang tidak positif, misalnya lewat sinetron,” imbuhnya.

Semuanya terekam di otak mereka, hal-hal semacam inilah kemudian menjadi referensi perilaku bagi anak.

Biasanya mereka melakukan tindakan Bully bermain kasar karena terbiasa melihat. Pelaku tidak menyadari kerugian seperti apa yang dapat ia timbulkan pada korbannya. Merek terpengaruh dari keluarga, teman, film, game, dan bahkan bisa juga termasuk kondisi politik Indonesia yang memang sedang memanas.

Jangan Lewatkan Berita Terbaru lainnya
Ikuti Online24jam.com di social Media Kamu