Warga Binaan Yang Rajin Membaca Diwacanakan Dapat Remisi

Reporter :
Editor : Muh. Idris

Online24, Makassar – Warga binaan yang gemar membaca diusulkan mendapat remisi. Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen pembinaan Narapidana Latker dan Produksi Kemenkumham, Harun Sulianto, saat table discussion Temu Literasi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Dengan Tema “Gerakan Literasi Untuk Aksi Menuju Remisi dari Maros Untuk Indonesia”, di Lapas Klas II A Maros, Sabtu (24/2/2018).

“Kita wacanakan. Akan kita kaji dengan kawan akademisi dan praktisi, soal manfaatnya. Untuk hal ini kita perlu kajian akademi. Kita perlu duduk bersama dalam satu meja,dan melihat dari segi hukumnya,” ujar Harun.

Ia menjelaskan, selama ini warga binaan yang mendapat remisi khusus hanya yang mendonorkan darah minimal 5 kali atau mendonorkan organ tubuh.

” Di Itali warga binaan yang membaca lebih dari 400 halaman akan mendapat remisi. Kita wacanakan untuk diterapkan di Indonesia. Selain mendorong minat baca warga binaan, cara ini juga dapat mengurangi over crowdit di Lapas,” ungkapnya.

Asriadi (27) warga binaan Lapas Klas II A Maros, mendukung wacana tersebut. Pria yang divonis karena kasus narkoba tersebut mengaku dengan adanya remisi literasi maka bisa mengurangi over kapasitas di Lapas.

” Harapannya segera terwujud wacana tersebut. Itu bisa mendorong kami yang disini agar rajin membaca dan mengaplikasikan nya,” ujar pria yang divonis hukuman penjara selama 4 tahun tersebut.

Asriadi sendiri mengaku gemar membaca buku setelah ia masuk ke dalam tahanan. Menurutnya membaca buku selain untuk menambah pengatahuan, juga bisa mengisi waktu luang.

Hal senada diungkapkan oleh Kaharudin (30). Pria yang divonis hukuman 5 tahun penjara tersebut mengaku membaca buku bisa mengisi waktu luang.

” Kalau kita sudah baca buku, kita bisa sejenak melupakan pikiran stres karena tak se bebas dulu. Kita juga bisa mengalihkan pikiran – pikiran kita ke hal positif. Saya suka sekali membaca buku, kebetulan saya punya tugas sebagai tamping (yang mengedarkan buku dari perpustakaan kedalam blok tahanan),” ungkapnya sembari menunjukan sebuah buku tentang tata cara membudidayakan tomat.