Inspirasi Sukses :  Modal Rp 1 Juta Rintis Usaha Jamur, Kini Beromset Puluhan Juta Per bulan  

Reporter :
Editor : Muh. Idris

Online24, Maros –  Jika di daerah lain bisa, kenapa di Makassar tidak bisa. Itulah kata-kata yang dipegang teguh Mardiana (39) tahun sebelum menekuni usaha budidaya jamur tiram beberapa tahun yang lalu.

Di tempat usaha budidaya jamur tiram yang terletak di desa Simbang, Kabupatèn Maros, ibu dua anak ini membeberkan tips membudidayakan jamur tiram. Sukses  dengan usaha miliknya yang ia beri nama Celebes Mushrooms, tak membuatnya pelit berbagi tips dan cara u  budidaya jamur.

“Budidaya jamur sebetulnya Susah-susah gampang. Perwatannya tidak banyak, tetapi juga tidak bisa diabaikan. Yang terpenting adalah menjaga suhu udara tetap lembab. Dan juga sirkulasi udara yang cukup,” terangnya.

Berawal dengan modal Rp 1 juta, ia memulai usaha budidaya jamur tiram pada tahun 2010. Dan saat ini dari penjulan jamur dia bisa mengantongi omset Rp 40-60 juta per bulan. Selain menjual jamur tiram  ia juga menjual bibit jamur tiram atau biasa disebut Baglog.

Setiap bulanya, ia mampu menjual 7.000-10.000 baglog. Untuk satu buah baglog ia jual dengan harga Rp 35.000.

Buah manis hasil budidaya jamur tersebut ia dapat dengan jalan berliku. Ia mengatakan tak mudah memulai usaha jamur tiram karena di Sulsel khususnya di Makassar pada saat itu pandangan masyarakat tentang jamur belum seperti sekarang. Pada awal merintis ia harus berjuang mengedukasi masyarakat tentang jamur. Menurutnya, pada saat itu kebanyakan masyarakat beranggapan bahwa jamur itu beracun.

“Pada waktu itu jamur tiram belum sepopuler di Provinsi lain. Di sini kebanyakan masyarakat berfikir bahwa jamur identik dengan racun. Jadi proses mengedukasi masyarakat memang butuh kerja keras,” tuturnya.

Selain mengedukasi  masyarakat, tantangan sulit lainya adalah memasarkan jamur tiram.

” Saya riset pasar. Saya pergi ke semua supermarket di Makassar  yang menjual jamur tiram. Saya menunggu dan berdiri tidak jauh dari situ. Saya tunggui siapa saja yang membeli jamur tiram. Ternyata yang beli kebanyakan orang keturunan Tionghoa. Maka saya menjual jamur saya ke pasar pecinan yang ada di Makassar,” ujarnya.

Meski mengalami jatuh bangun, ia tidak pernah menyerah. Hal tersebut justru memecut semangatnya. Dan terbukti apa yang ia lakukan tak sia-sia. Semakin hari Celebes Mushroom semakin dikenal. Banyak instansi dan juga Kampus-kampus datang ke tempatnya untuk mempepelajari budidaya jamur.

Tak hanya itu, ketekunan nya juga berdampak positif bagi warga disekitar tempat budidaya jamurnya. Ia sengaja mengumpulkan ibu rumah tangga yang ada yang ada disekitar situ untuk dia ajari budidaya jamur. Hingga saat ini sudah ada sekitar 40 ibu rumah tangga yang mendapat penghasilan dari jamur tiram.

“Kalau ada orang yang mau belajar soal jamur tiram, silahkan saja datang. Silahkan melihat bagaimana prosesnya. Saya membuka pintu lebar-lebar,” tuturnya.

Terakhir, ia berpesan kepada anak muda yang ingin mulai membuka usaha sendiri untuk tak mudah menyerah.

” Ya intinya jangan menyerah. Jatuh bangun  dalam usaha itu sudah biasa,” pungkansya.

Jangan Lewatkan Berita Terbaru lainnya
Ikuti Online24jam.com di social Media Kamu