Kejuaraan Bulutangkis Astec Open Kembali Digelar di Sulsel

Editor : Aris Munandar
PBSI Sylsel dan Daihatsu Astec Open menggelar jumpa pers. foto: MO PBSI Sulsel.
PBSI Sylsel dan Daihatsu Astec Open menggelar jumpa pers. foto: MO PBSI Sulsel.

Online24, Makassar – Kejuaraan bulutangkis level nasional Daihatsu Astec Open kembali digelar untuk ketiga kalinya di Sulawesi Selatan. Kejuaraan ini akan dihelat di GOR Dafest, Kota Makassar mulai 3-7 April 2018.

Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulsel, Devo Khadafi mengatakan, pihaknya sebenarnya tak menyangka Sulsel kembali terpilih sebagai tuan rumah. Sebab diakuinya, dalam dua tahun terkahir pada 2016, dan 2017, Sulsel telah menjadi tuan rumah.

“Sebenarnya kami tidak terlalu berharap jadi tuan rumah karena sudah dua tahun kita jadi tuan rumah. Padahal Manado sudah minta jadi tuan rumah. Tapi kami sangat bersyukur karena kembali diberi kesempatan sebagai tuan rumah,” ujar Devo Khadafi saat menggelar jumpa pers di Cafe Legacy, Makassar, Selasa (6/3/2018).

Devo mengungkapkan alasan Sulsel kembali ditunjuk sebagai tuan rumah oleh panitia pusat Daihatsu Astec lantaran Sulsel menjadi salah satu daerah yang menyedot peserta terbanyak selama penyelenggaraan even tersebut.

Devi yang juga Kepala Biro Humas Pemprov Sulsel menyampaikan terdapat perubahan pada pelaksanaan Astec Open tahun ini.

“Total hadiahnya mengalami kenaikan jadi Rp75,5 juta ditambah piagam, medali, hingga hadiah peralatan olahraga dari Astec. Sementara untuk peserta akan dapat poin nasional jika minimal mampu menembus 16 besar,” papar Devo Khaddafi.

Selain itu, perubahan juga terjadi di kategori peserta. Kategori taruna dihapuskan dan digantikan usia dini putra/putri di bawah 11 tahun. Sementara kategori anak-anak (di bawah 13 tahun), pemula (di bawah 16 tahun), remaja (di bawah 17 tahun) untuk putra/putri dan terakhir ganda veteran putra total usia 90 tahun tetap diadakan.

Soal jumlah peserta, tahun ini kemungkinan besar menurut Devo akan sedikit sulit untuk mencapai target 600 peserta. Sebab aturan baru dari pihhak penyelenggara Daihatsu, tak memperbolehkan peserta dari provinsi lain untuk ikut di provinsi lainnya.

“Peserta dari Kalimantan misalnya, tidak bisa ikut di Sulsel. Tahun lalu kan bisa, makanya kita bisa capai 700 peserta. Jadi untuk tahun ini, peserta dari Sulawesi yang bisa mendaftar. Tapi kami sangat berharap target yang diberikan bisa tercapai,” harapnya.

Ketua Panitia Daihatsu Astec, Suarlin menambahkan bagi atlet yang mau menjadi peserta, dipersilahkan mendaftar secara online di website si.pbsi.or.id sesuai sistem informasi dari PBSI pusat.

“Adapun penutupan pendaftaran pada tanggal 27 Maret 2018 pukul 23.59 Wita. Batasan peserta harus dari klub sah dibawah naungan PBSI masing-masing pengprov,” jelas Suarlin.