Empat Tersangka Kasus APBD Sulbar Dilimpahkan ke Kejari Mamuju

Reporter :
Editor : Asri Muhammad
Salah satu tersangka saat di tahan.
Salah satu tersangka saat di tahan.

Online24, Makassar – Empat tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sulbar memasuki tahap kedua, Kamis (8/3/2018). Keempat tersangka tersebut ditahap duakan di Kejari Mamuju.

Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin, membenarkan tentang adanya tahap 2 di Kejari Mamuju tersebut.

“Benar, sekitar 6 orang di berangkatkan. 4 tim penyidik dan 2 dari polrestabes Makassar sebagai pengamanan membawa 4 tersangka,” ujarnya.

Dengan begitu, maka kasus ini akan disidangkan di Pengadilan Tindak pidana korupsi (Tipikor) Sulbar. Ditanya terkait alasan pelimpahan tahap dua di Kejari Mamuju, Salahuddin enggan berkomentar. Ia menyerahkan hal tesebut kepada pihak Kejari Mamuju.

“Kalau soal itu, silahkan tanyakan kepada Kejari Mamuju,” pungkansya.

Dalam kasus ini, Kejati telah menetapkan empat orang tersangka yakni Andi Mappangara, Munandar Wijaya, Hamzah Hapati Hasan, dan Harun. Mereka dianggap telah bertanggung jawab terhadap penyimpangan dalam proses penyusunan APBD provinsi Sulbar tahun 2016.

Modusnya, mereka menyepakati besaran pokok pikiran tahun 2016 sebesar Rp 360 milyar untuk dibagi-bagi kepada 45 Anggota Dewan lainya.

Pada tahun 2016, jumlah tersebut teralisasi sebesar Rp 80 miliar yang digunakan untuk kegiatan PUIPR, DISNAKBUD dan SEKWAN. Sedangkan sisanya tersebar di SKPD lain dan terdapat anggaran yang terealisasi pada tahun 2017.

Mereka dianggap telah secara sengaja dan melanggar hukum, memasukan pokok – pokok pikiran seolah-olah sebagai aspirasi masyarakat dalam APBD tahun anggaran 2016, tanpa memalui proses dan prosedur yang tepat.

Keempat tersangka disangkakan melanggar pasal 12 huruf i, pasal 3 jo pasal 64 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana minimal 4 tahun penjara.