Ingin Tahu Berapa Kekayaan Bos Grab, Go-Jek dan Uber? Berikut Datanya

Editor : Muh. Idris
Bos Grab, Uber dan Go-jek yang masuk daftar orang terkaya versi Forbes.com
Bos Grab, Uber dan Go-jek yang masuk daftar orang terkaya versi Forbes.com

Online24,Jakarta – Menjadi Bos perusahaan Transportasi online, sejak beberapa tahun belakangan ini tentu membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya berapa sih keuntungan mejalankan Bisnis tersebut??

Dikutip dari Forbes.com kita mulai dari Bos Grab dulu. Anthony Tan. Yang memulai bisnisnya dari Harvard Bussiness School, Amerika Serikat. Tan bersama kawannya membuat aplikasi taksi online pertama di malaysia dengan nama MyTeksi.

Lalu berganti nama menjadi Grab. Dimana keberadaannya di Indonesia bersaing dengan dua perusahaan serupa yakni Gojek dan Uber.

Anthony Tan jadi orang terkaya di Malaysia versi Forbes. Harta Tan ditaksir mencapai US$ 6 miliar atau setara Rp 82,8 triliun.

Lalu menyusul Garrett Camp, pendiri Uber Technologies Inc., ditaksir memiliki harta US$ 4,8 miliar. Ia tercatat sebagai orang terkaya sejagat di peringkat 422 dan berada di urutan nomor 8 di negara asalnya, Kanada.

Kedua sahabat ini memulai bisnisnya pada 2009. Saat ini Uber telah beroperasi di 76 negara dengan melibatkan 5 miliar pengemudi. Sebelum mendirikan Uber, Garret Camp merancang StumbleUpon yang merupakan situs sosial bookmark yang memungkinkan para penggunanya menemukan dan merekomendasikan konten web yang ada. Garret Camp menjual StumbleUpon di eBay pada 2007 dengan nilai 75 juta.

Sementara pendiri Gojek asal Indonesia, Nadiem Makarim disebut-sebut. jadi pertimbangan dalam bisnis startup. Karena tahun lalu, Forbes menyebut Nadiem sebagai rising star. Go-jek yang didirkan pada tahun 2010, merupakan bisnis transportasi ojek tradisional yang dikembangkan menjadi layanan berbasis aplikasi melalui telepon pintar.

Menurut Forbes, perusahaan Indonesia ini mendapat pembiayaan US$ 550 juta dari investor dengan valuasi senilai US$ 1,3 miliar di tahun 2016. Kemudian tahap berikutnya memperoleh pendanaan sebesar US$ 1,2 miliar dari perusahaan raksasa Cina dengan total nilai US$ 3 miliar.

Pada Februari lalu, Go-jek kembali mendapat suntikan dana jumbo dari Astra International sebesar Rp 2 triliun dan Djarum Group. Jadi, bisa dibayangkan ya, Bagaimana kekayaan dari bos online itu???