“Inces” Syahrini Bakal Dijerat Pelanggaran Pidana 18 Bulan Penjara, Ini Penyebabnya

Editor : Muh. Idris

Online24,Surabaya – ‘Princes’ panggilan sayang Syahrini bakal dijerat pelanggaran pidana Pasal 63 dan Pasal 12 ayat (1), dengan pidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar. Hal ini dikarenakan keisengan sang artis ternama itu berfoto di jalan Tol Surabaya.

Persoalan ini kemudian makin meruncing takkala Syahrini mengunggah foto tersebut di akun Instagramnya.

“Melangkah Manjaahh Di Jalan ToL Surabayaahh …Yaaaaa…Khaaaaannn ! #PrincesSyahrini #Surabaya_5Maret2018,” tulis Syahrini dalam akun Instagram-nya, @princessyahrini.

Foto itu diambil sekitar pukul 15.00 WIB setelah masuk tol Bandara Juanda di KM 8.700 atau 500 meter setelah pintu masuk tol. Hal itu diketahui petugas PT Citra Margatama Surabaya (CMS), pengelola jalan tol Waru-Juanda dari bando bulat yang terpasang di sekitar pintu masuk.

Dalam foto tersebut Syahrini mengenakan celana hitam dipadu kaos hitam, topi abu-abu merek adidas dan menggunakan tas selempang hitam motif blink-blink nampak tersenyum.

“Meski hanya foto 1 atau 2 menit itu sudah mengganggu pengguna jalan. Kan membahayakan orang lain berhenti di bahu jalan. Seharusnya kalau melakukan apa-apa di jalan tol harus ada izin. Ini tidak ada izin,” jelas Zukhair.

Apalagi dalam kondisi sepi, justru membahayakan karena pengguna jalan melaju dengan kecepatan tinggi.

“Dengan kondisi yang demikian sangat membahayakan pengguna jalan baik itu dari pihak Syahrini atau orang lain. Nanti kalau ada apa-apa PT CMS yang disalahkan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, mobil yang dikendarai Syahrini berhenti. Ternyata Syahrini turun untuk melakukan foto. Sekitar 5 menit kemudian petugas PT CMS datang tapi sudah tidak ada.

Menurut Zulkhair, sebagai publik figur tentu memiliki jutaan fans. Dikhawatirkan ulah tersebut akan diikuti oleh fansnya. Bisa jadi masyarakat akan foto prewedding atau yang lainnya.

Sesuai ketentuan pidananya telah diatur dalam Pasal 63 berbunyi, “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar”.

[fbcomments]