Nonton Proses Eksekusi lahan, Warga Ini Malah Kena Tembak

Reporter :
Editor : Muh. Idris

Online24, Makassar — Arman (24) dan Rusli (35) korban penembakan oknum Polisi Jeneponto, masih dirawat intensif di RS Wahidin Sudirohusodo, Minggu (11/3/2018).

Cerita lain pun muncul dari adik Arman, Rini (19). Gadis itu menuturkan bahwa sebenarnya Arman bukan warga Kampung Batu Saruang, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto yang diketahui tempat berlangsungnya eksekusi 14 rumah oleh Pengadilan Negeri Jeneponto.

“Kakakku cuma menonton, karena tempat eksekusi itu kampungnya nenekku” ujar Rini.

Sementara itu, seorang keluarga Arman, yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa dalam dua hari terakhir atau sejak Arman dirawat, sekitar dua hingga tiga anggota kepolisian sesekali melakukan penjagaan.

“Mereka pesan, jangan bicara sama wartawan. Mungkin masih ada di atas lantai dua” ujarnya saat ditanya posisi aparat kepolisian yang dia maksud.

Sebelumnya diketahui bahwa saat eksekusi lahan yang memanas antara Warga dan aparat kepolisian, terdapat 2 warga yang tertembak. Hal tersebut ditenggarai adanya perlawanan yang membabi buta dari warga. Sehingga, polisi mengambil langkah tegas dengan cara menyemprotkan water canon, tembakan gas air mata, serta tembakan peringatan. Nahasnya, 2 warga menjadi korban.