Takut Dengan Biaya, Warga Pinrang Ini Lawan Penyakit Paru di Rumah, Tidurpun Harus Duduk

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Online24, Pinrang – Nasib malang menimpa Rusdi (21), warga Desa Padakkalawa, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang. Pasalnya, ia harus melawan penyakit paru-paru yang dideritanya tanpa bantuan dokter.

Ia hanya bisa tinggal di rumah menahan sakit yang dideritanya. Tubuhnya kurus, wajahnya pun bengkak. Ironisnya, Ia tak bisa makan dan minum dengan normal. Bahkan, tak bisa baring.

“Kalau baring, anak saya tidak bisa bernafas. Makanya selalu tidur dalam keadaan duduk. Anak saya sangat butuh perawatan di Rumah Sakit,” tutur ayah Rusdi, La Hajji (56) saat ditemui di rumahnya, Minggu (12/03/2018).

Rusdi mengaku tak mampu membawa anaknya ke Rumah Sakit lantaran terkendala persoalan biaya.

“Anak saya tidak punya KIS. Kami takut tidak bisa membayar biaya rumah sakit,” ucap La Hajji.

Sementara itu, kerabat korban, Sabir mengatakan, Rusdi memang sempat dirawat di RSUD Lasinrang Pinrang. Tapi, menggunakan dan mengatasnamakan KIS kerabatnya.

“Kami terpaksa pakai cara itu karena tidak punya biaya. Saat ketahuan pihak BPJS, kami pun memilih memulangkan Rusdi karena tidak bisa membayar biayanya,” kata La Hajji.

Saat dirawat, lanjutnya, dokter mendiagnosa Rusdi mengidap penyakit tumor di bagian paru-paru dan telah diberikan surat untuk dirujuk.

“Tapi surat itu sudah tidak berlaku, karena kami ketahuan pakai KIS orang lain,” pungkas Sabir.

Ia mempertanyakan, KIS Rusdi. Padahal, semua anggota keluarganya yang tertera dalam KK, mendapatkan KIS.

“Waktu pengurusan KIS juga, KK ini yang diserahkan. Tapi kenapa tidak ada nama Rusdi yang sedang sakit ini,” keluh Sabir.

Ia berharap, pemerintah memberikan jalan keluar agar Rusdi bisa dirawat dan dirujuk di Makassar dengan menggunakan KIS.

“Butuh sekalimi kasian pertolongan,” ucap Sabir.