Penyebar Hate Speech, Simpatisan DOAMU Terancam 12 Tahun Penjara

Reporter :
Editor : Asri Muhammad
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani (kiri) memberikan keterangan mengenai kasus penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap salah satu paslon bupati di Kabupaten Sidrap saat rilis di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (13/3/2018).
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani (kiri) memberikan keterangan mengenai kasus penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap salah satu paslon bupati di Kabupaten Sidrap saat rilis di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (13/3/2018).

Online24, Makassar – Pria berinisial MUG (38) yang mengaku sebagai salah satu simpatisan paslon Bupati Sidrap, DOAMU, terancam hukuman penjara paling lama 12 tahun.

Pasalnya, ia telah melakukan penyebaran konten bernada penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap paslon Bupati Sidrap lainnya yaitu Fatmawati Rusdi, dengan menggunakan akun Facebook milik orang lain di Grup Pilkada Sidrap 2018.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pelaku dijerat pasal 35 junto pasal 51 ayat 1 dan pasal 27 ayat 3 junto pasal 35 ayat 5 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Pelaku diancam pidana penjara 12 tahun penjara atau denda sebanyak Rp12 milyar karena melanggar UU ITE,” ungkapnya saat menggelar di Mapolda Sulsel, Selasa (13/3/2018).

“Ia melakukan manipulasi akun Facebook milik orang lain bernama Ghofur Mun Farid yang merupakan anggota Polri yang bertugas di Polres Mukomuko Polda Bengkulu untuk melakukan pencemaran nama baik terhadap salah satu paslon Bupati di dalam Grup Pilkada Sidrap 2018,” tambah Dicky.

Dalam grup Facebook Pilkada Sidrap 2018 tersebut, pelaku menulis dan mengunggah status Facebook dengan mengatakan hal yang tidak benar.

Diketahui, pelaku diamankan oleh Tim Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel di Pangkajene, Kabupaten Sidrap, Sabtu (10/3/2018) pekan lalu. Turut disita barang bukti berupa dua buah telepon genggam.

[fbcomments]