DPRD Kota Makassar Godok Raperda Perlindungan Perawat

Reporter :
Editor : Aris Munandar

Online24, Makassar – Pekerjaan Perawat bukan lagi sekedar pekerjaan biasa di rumah sakit. Pasalnya, DPRD Kota Makassar telah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perlindungan perawat untuk mensejajarkannys dengan profesi lain.

Menurut Wakil Ketua Pansus Ranperda Perlindungan Perawat, Shinta Mashita Molina, mengatakan Raperda ini bertujuan untuk mengubah image di masyarakat terkait profesi perawat ini.

“Kita juga ingin mengubah image di masyarakat terkait profesi perawat ini, masyarakat umum memandang sering mengidentifikasikan pekerjaan perawat adalah pembantu dokter, padahal mereka kan punya kompetensi dan keahlian yang juga melalui jenjang pendidikan,”ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/3/2018).

Oleh karena itu, DPRD Kota Makassar ingin memberikan jaminan perlindungan terhadap profesi perawat ini.

“Maka sudah keharusan bagi kami selaku legislator untuk memberikan jaminan perlindungan terhadap profesi perawat ini. Meskipun sudah ada undang-undang yang mengatur, namun masih terlalu umum. Olehnya itu kita ingin secara spesifik ini diatur sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita di Kota Makassar,” ungkapnya.

Lanjutnya, Shinta menjelaskan perda ini turunan dari Ranperda Perlindungan Perawat yang berangkat dari dasar pemikiran bahwa perawat memiliki otonomi dalam menjalankan tugas dan kewenangannya sebagaimana diatur adalam undang-undang nomor 38 tahun 2014 bab I pasal 1 ayat (3).

“Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat, baik sehat maupun sakit. Maka diperlukan payung hukum,” terangnya.