Lima Orang Diperiksa Kejari Makassar Terkait Kasus Fasum Fasos

Reporter :
Editor : Asri Muhammad
Andi Alham
Andi Alham

Online24, Makassar – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar semakin mendalami kasus dugaan fasikitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (Fasos) bermasalah di kota Makassar.

Setelah berhasil menguraikan benang Kusut fasum Fasos yang tidak sesuai peruntukan, Kejari Makassar kini telah meminta keterangan sejumlah pihak yang dianggap mengetahui. Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Intel Kejari Makassar, Andi Alham.

Alham mengatakan, pihaknya sudah memanggil lima orang untuk dimintai keterangan.

“Sampai saat ini sudah ada lima orang yang kita panggil untuk dimintai keterangan terkait satu titik fasum Fasos bermasalah,” ujar Alham, Rabu (14/3/2018).

Namun sayangnya saat ditanya siapa kelima orang tersebut Alham enggan menyebut nya.

“Untuk nama-nama belum bisa diungkapkan di publik karena masih proses pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan pengumpulan data (Puldata),” imbuhnya.

Alham juga mengatakan bahwa pihaknya sudah menguraikan benang kusut kasus tersebut.

Ia mengatakan bahwa dari 491 fasum Fasos yang diduga bermasalah, pihaknya fokus terhadap satu fasum fasos yang sudah mulai menampakkan titik terang. Meski begitu, lagi-lagi Alham enggan menyebut di mana letak fasum Fasos yang kini menjadi bidikan Kejari Makassar tersebut.

“Saya tidak bisa sebut di mana letaknya. Tetapi kita fokus ke satu fasum Fasos dulu. Kalau satu sudah terang, yang lain juga pasti akan terungkap,” tuturnya.

Data yang dihimpun, terdapat tiga kecamatan di kota Makassar yang berhasil di identifikasi sebagai wilayah fasum yang dikuasai. Tiga kecamatan ini, yakni Manggala, Panakukang dan Tamalanrea diduga dikuasi oleh penguasa Fasum, yang tidak hanya berasal dari kalangan pengusaha namun juga diduga berasal dari birokrat serta anggota dan mantan anggota DPRD.