Banyak Perahu Tenggelam, Nelayan Mariso Datangi Pihak Pengembang CPI

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Puluhan nelayan di Kecamatan Mariso mendatangi Centre Point of Indonesia (CPI) untuk meminta ganti rugi oleh pihak pengembang CPI, atas banyaknya perahu yang tenggelam akibat pengerjaan megah proyek tersebut.

Ketua Nelayan Bonto Rannu, Kecamatan Mariso, Yusuf (37) mengatakan, ada beberapa kapal nelayan tenggelam karena terbentur di jembatan akibat pendangkalan sejak pengerjaan proyek CPI.

“Sejauh ini sudah ada delapan perahu nelayan yang tenggelam lantaran dibawa arus, akibat pendangkalan sejak pengerjaan proyek CPI. Sehingga nelayan sekitar kawasan reklamasi mengalami kesulitan mencari nafkah,” ujar Yusuf saat ditemui di lokasi proyek CPI, Rabu (14/03/2018).

“Kerugian satu perahu itu maksimal Rp5 juta. Ini pembuangan dari kanal jongaya. Nelayan sangat menderita sejak 2 tahun terakhir,” lanjutnya.

Menurut Yusuf, sebelum ada proyek CPI, biaya operasional nelayan ketika mencari ikan di sekitar Pulau Lae-lae hanya Rp 50 ribu dengan hasil ikan sangat melimpah. Hal ini berbanding terbalik, jika dibandingkan hasil tangkapan ikan saat ini.

“Semenjak adanya CPI lebih banyak lagi biaya transportasi yang dikeluarkan. Pihak CPI katanya siap untuk memfasilitasi masalah ganti rugi dan siap untuk pengerukan pasir,” tambahnya.

Yusuf berharap, agar ada pengerukan pasir dan akses jalan bisa dibuka kembali karena permasalahan ini bukan masalah inividu tetapi menyangkut masalah orang banyak.

“Tentunya itu adalah tuntutan kami kepada CPI supaya kita lebih leluasa mencari nafkah,” tungkasnya.

Sementara, pendamping nelayan dari Koalisi Perempuan Indonesia, Alita Karen menyebutkan, bahwa pihak CPI berjanji akan segera melakukan pengerukan pasir.

“Jadi proses pengerukan pasir yang dijanjikan dilakukan besok pagi. Segala kerugian yang timbul akan diganti oleh pihak pengembang seluruhnya,” tukasnya.