Cegah Isu SARA dan Tempat Ibadah di Politisasi, GP Anshor Gelar Deklarasi Penolakan

Reporter :
Editor : Endhy

Online24, Makassar – Gerakan Pemuda Anshor menggelar deklarasi penolakan politisasi SARA dan penggunaan tempat ibadah sebagai panggung kampanye pada pilkada serentak tahun 2018 di Hotel Remcy, Jalan Bolevard, Rabu (14/3/2018).

Ketua Panitia GP Anshor Sulsel, Rusdi mengatakan kegiatan ini digelar mengingat politisasi sara merupakan hal yang dilarang di dalam Undang Undang Nomor tahun 2016.

“Bahwa isu SARA merupakan hal yang sangat dilarang karena itu dari GP Anshor mengumpulkan seluruh tokoh untuk menyepakati deklarasi ini,” tuturnya.

Selain politisasi Sara, GP Anshor Sulsel juga menyoroti tempat ibadah tidak boleh dimanfaatkan calon untuk alat politiknya.

“Tempat Ibadah bukan untuk politik tapi melainkan untuk beribadah apalagi hal ini telah diatur dalam undang-undang,” tutupnya.

Sementara dilokasi yang sama, Sekretaris GP Ansor Kabupaten Gowa, Fatahuddin mengungkapkan deklarasi penolakan politisasi tempat ibadah dan SARA, penting dilakukan, bukan hanya saja lembaga ormas maupun penyelenggara pilkada, melainkan semua kandidat harusnya punya niat baik untuk tidak menggunakan tempat ibadah sebagai ajang politik.

Menurut dia, masyarakat cukup resah jika kesucian tempat ibadah dimanfaatkan oleh politisi untuk kepentingan pribadi, kata dia, tempat ibadah harus difungsikan sebagai mana mestinya.

“Tidak boleh tempat ibadah dimanfaatkan oleh politisi sebagai ajang kampanye, begitupun dengan isu SARA yang bisa memicu konflik antar sesama,” pungkasnya.