Dua WNA Turki Pelaku Skimming Akan Dideportasi Imigrasi Makassar

Reporter :
Editor : Aris Munandar
Ismail Yoru (35) dan Hayrullah Ceylan (39) dua Warga Negara Asing (WNA) asal Turki, pelaku pencurian uang nasabah bank dengan teknik skimming.
Ismail Yoru (35) dan Hayrullah Ceylan (39) dua Warga Negara Asing (WNA) asal Turki, pelaku pencurian uang nasabah bank dengan teknik skimming.

Online24, Makassar – Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Turki, pelaku pencurian uang nasabah bank dengan menggunakan teknik skimming atau pencurian data nasabah bank akan dideportasi pihak imigrasi Klas I Makassar.

Keduanya adalah Ismail Yoru (35) dan Hayrullah Ceylan (39). Mereka dideportasi setelah menjalani hukuman penjara selama sembilan bulan di Lapas Klas I Makassar.

Kepala Divisi Keimigrasian, Kaharuddin memaparkan bahwa, kedua WNA tersebut memasuki wilayah Negara Indonesia menggunakan Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) selama 30 hari untuk melakukan proses pencurian uang nasabah bank dengan menggunakan teknik skimming.

“Keduanya menggunakan alat skimmer yang diletakkan pada alat memasukkan kartu pada mesin ATM. Skimmer tersebut digunakan untuk mengambll data dari kartu ATM nasabah,” kata Kaharuddin saat menggelar jumpa pers di Kantor Imigrasi klas I Makassar, Kamis (22/3/2018).

Kepala Divisi Keimigrasian, Kaharuddin (tengah) bersama Kapala Kantor Imigrasi Makassar, Andi Pallawarukka (kanan) menunjukan passport dua Warga Negara Asing (WNA) asal Turki, pelaku pencurian uang nasabah bank saat konferensi pers di Kantor Imigrasi klas I Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (22/3/2018). Kedua pelaku adalah Ismail Yoru (35) dan Hayrullah Ceylan (39) akan dideportasi setelah menjalani hukuman penjara selama sembilan bulan di lapas klas I Makassar.

Lebih lanjut, Kaharuddin mengatakan, pelaku menggunakan alat skimmer diperoleh dari Thailand. Alat tersebut dibeli secara online Ialu dikirim ke Turki melalui International argo untuk dibawa ke Indonesia.

“Modus operandi untuk mendapatkan PIN dari kartu ATM, pelaku menaruh micro camera tepat di atas tombol penginputan PIN. Kamera tersebut hanya bertahan selama lima jam karena keterbatasan baterai, jadi kamera tersebut dipasang dan dicabut keesokan harinya,” terang Kaharuddin.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Makassar, Andi Pallawarukka, mengatakan bahwa, kedua WNA asal Turki tersebut masih berada di ruang detensi imigrasi Kantor Imigrasi Klas I Makassar untuk menunggu proses deportasi.

“Hayrullah akan dideportasi Jumat besok menggunakan pesawat Air Asia sementara Ismail pada Senin 26 Maret 2018 mendatang,” tukasnya.