WNA Turki Ungkap Penyebab Maraknya Kasus Skimming di Indonesia

Reporter :
Editor : Aris Munandar
Kepala Divisi Keimigrasian, Kaharuddin (tengah) bersama Kapala Kantor Imigrasi Makassar, Andi Pallawarukka (kanan) menunjukan passport dua Warga Negara Asing (WNA) asal Turki, pelaku pencurian uang nasabah bank saat konferensi pers di Kantor Imigrasi klas I Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (22/3/2018). Kedua pelaku adalah Ismail Yoru (35) dan Hayrullah Ceylan (39) akan dideportasi setelah menjalani hukuman penjara selama sembilan bulan di lapas klas I Makassar.
Kepala Divisi Keimigrasian, Kaharuddin (tengah) bersama Kapala Kantor Imigrasi Makassar, Andi Pallawarukka (kanan) menunjukan passport dua Warga Negara Asing (WNA) asal Turki, pelaku pencurian uang nasabah bank saat konferensi pers di Kantor Imigrasi klas I Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (22/3/2018). Kedua pelaku adalah Ismail Yoru (35) dan Hayrullah Ceylan (39) akan dideportasi setelah menjalani hukuman penjara selama sembilan bulan di lapas klas I Makassar.

Online24, Makassar – Hayrullah Ceylan (39) dan Ismail Yoru (35), dua WNA asal Turki mengaku memilih Indonesia untuk melakukan skimming, lantaran melihat lemahnya sistem keamanan di Indonesia.

“Mereka menyampaikan sangat mudah meretas ATM di Indonesia karena lemahnya sistem keamanan ATM di Indonesia. Di negara mereka (Turki) setiap ATM itu dijaga ketat oleh seorang sekuriti,” ungkap Kaharuddin, Kepala Divisi Keimigrasian Sulsel, Kamis (22/3/2018).

Menurut Kaharuddin, kedua WNA tersebut melakukan aksi pencurian uang nasabah bank menggunakan teknik skimming selama 10 hari di Kota Makassar sebelum ditanggap aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar.

“Jadi mereka beraksi selama 10 dan berhasil mengambil uang sekitar Rp140 juta yang berasal dari 10 orang nasabah Bank Syariah Mandiri dan Bank BRI,” jelas Kaharuddin.

Diketahui, para pelaku menggunakan alat skimmer yang diletakkan pada alat memasukkan kartu pada mesin ATM. Skimmer tersebut digunakan untuk mengambll data dari kartu ATM nasabah,

Sementara untuk mendapatkan PIN dari kartu ATM, pelaku menaruh micro camera tepat di atas tombol penginputan PIN. Kamera tersebut hanya bertahan selama lima jam karena keterbatasan baterai, jadi kamera tersebut dipasang dan dicabut keesokan harinya.