Kindship In Driving Club Akan Gelar Drag Race di Lanud Hasanuddin

Editor : Aris Munandar

Online24, Makassar – Klub otomotif Kindship In Driving Club (KIDC) Indonesia akan menggelar drag race di Sirkuit Landasan Udara (Lanud) Hasanuddin, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini akan digelar pada Minggu, 1 April 2018.

Klub otomotif asal Sulawesi Selatan yang berada di bawah naungan Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulsel ini, menggelar ajang balap roda empat untuk menyatukan seluruh member KIDC yang tersebar di seluruh Indonesia dan menghidupkan kembali balapan drag race di Sulsel.

“Kita di KIDC total sudah ada 12 Chapter tersebar di Sulsel, Kendari, Palu bahkan Papua. Kenapa harus drag race, karena 10 tahun sudah hilang, ini harus kembali dihidupkan,” ungkap Ketua KIDC Indonesia, Andi Ryan Tenri Tatta saat press confrence di bilangan Jalan Lacukkang, Makassar, Jumat (23/3/2018).

Ryan yang juga ketua panitia menargetkan 400 peserta di semua kelas. Pada ajang ini, KIDC membuka 4 kategori kelas dengan total 20 kelas termasuk kategori kelas Kejurprov.

“Pimpinan lomba, chief skrup semua orang berkompetensi dari Jakarta kita datangkan. Untuk panjang lintasan kita pakai yang 201 meter panjang lintasan pacunya dan 250 untuk lintasan pengereman,” ucapnya.

Kejuaraan ini akan menghadirkan pebalap nasional yang menjadi juara umum Kejurnas tahun 2017. Adalah Hasanuddin yang tidak lain putra asli Makassar.

Hasanuddin atau akrab disapa Udin, juara Kejurnas Drag Race 2017 akan tampil pada Drag Race Kejurprov di Lanud Hasanuddin.

“Nanti saya tergabung di Moto Car Stikes Luwu Raya. Saya ikut hampir di semua kelas, kecuali di eksebisi. Drag race ini jadi kesempatan saya sebagai ajang latihan untuk persiapan mengikuti Kejurnas seri Palembang pada 22 April,” ucapnya.

Pendaftaran dibuka mulai 1 hingga 30 Maret. Untuk hadiah, panitia menyediakan uang tunai Rp115 juta. Sementara untuk juara umum, pemenang berhak membawa pulang satu unit sepeda motor matic jenis Honda Beat.

“Syarat juara umumnya harus mengikuti satu kelas di kategori Kejurprov dan total kelas yang mesti diikuti harus minimal lima kelas,” tambah Ryan.

Sementara itu, pemerhati olahraga motor sport Indonesia, Chandra Samad berharap kegiatan seperti ini mendapat perhatian pemerintah karena mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Kami berharap kompetisi ini bisa berjalan lancar dan saya juga berharap pemerintah memberi perhatian lebih kepada olahraga motosport karena kejuaraan ini mampu mengibarkan bendera Indonesia di luar negeri,” ujarnya.