Catatan Jelang Debat Pilgub Sulsel, Satu Kamera Berjuta Mata

Editor : Ano Aldetrix

Debat Calon Gubernur Sulawesi Selatan tinggal menyisakan hari. Empat calon gubernur beserta paketnya akan adu argumen di hadapan sedikitnya empat kamera yang akan menyorot gerak gerik, gerakan mata, olah bibir, gesture serta cara menyampaikan gagasannya. Keempat yang akan tampil itu adalah Nurdin Halid – Abul Aziz Qahar, Agus Arifin Nu’mang – Andi Tenri Bali, Nurdin Abdullah – Sudirman Sulaiman serta Ichwan Yasin Limpo – Andi Muzakkar. Keempatnya akan memberikan suguhan penampilannya 28 Maret 2018 yang akan dipandu oleh Host Rosiana Silalahi.

Tampil di televisi melalui kamera tentu berbeda pada saat tampil di sebuah forum seremoni, diskusi, tatap muka serta sosialiasi yang dihadiri oleh ratusan pasang mata. Yang namanya debat dan disiarkan langsung oleh saluran televisi maka upaya kandidat untuk meyakinkan masyarakat lebih berat ketimbang bertemu langsung. Tim sukses beserta empat pasang calon gubernur pertama kali harus paham bahwa debat ini hanya sekian persen diperuntukkan bagi undangan yang hadir. Saya menduga sedikitnya 80 persen debat melalui layar televisi itu adalah konsumsi publik melalui layar televisi. Oleh sebab itulah maka hal yang patut diperhatikan oleh para kandidat adalah bagaimana tampil di hadapan kamera untuk meyakinkan jutaan pemirsa di Sulawesi Selatan. Ingat, satu kamera menyorot Anda maka jutaan pemirsa menyaksikannya. Anda jangan menyepelekan satu kamera itu sebab satu kamera dapat menjatuhkan Anda di mata publik. Satu kamera yang menyorot Anda, berjuta juta pasang mata mematai matai Anda.

Tampil di televisi melalui kamera bukanlah hal sederhana atau begitu muda. Artinya bukan sekedar empat kandidat tersebut berkualitas atau tidak, namun ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan oleh empat kandidat beserta pasangannya. Sebelum saya mengulas lebih jauh, sekiranya ada tiga rumusan yang anda harus pahami sebelum tampil di layar televisi. Pertama adalah Retorika anda dengan segudang kata kata rupanya hanya tujuh persen masyarakat yang mempercayainya. Akan tetapi dari sisi intonasi suara, lirih, kecepatan berbicara, fasih, ekspresi dan dan pelafalan tingkat dimana mendapatkan kepercayaan dari masyarakat itu mencapai 37 persen. Artinya di sini dibutuhkan bagi empat kandidat bagaimana mampu memainkan irama dan intonasi suaranya melalui indera yang ada di wajah seperti bibir, pipi, mata serta kepala untuk meyakinkan sehingga apa yang Anda paparkan itu dapat dipercaya oleh masyarakat. Cukup berat bagi empat kandidat sebab waktu yang diberikan oleh panelis atau host pun dipastikan sedikit, maksimal tiga atau empat menit. Fakto ketiga di mana masyarakat lebih percaya pada gagasan yang empat pasang calon akan paparkan adalah terletak pada penampilan. Seperti, cara berpakaian, gaya busana, body languange serta aksesoris. Cara penampilan ini merupakan unsur visual yang nilainya 55 persen sehingga sangat berpengaruh terhadap gagasan yang Anda akan sampaikan ke publik melalui layar televisi.

Sebuah riset dan penelitian dari Amerika Serikat menunjukkan terdapat sepuluh ras a takut atau phobia yang berlebihan bagi manusia. Ketakutan yang paling pertama adalah tampil di layar televisi atau melalui publik, sementara phobia pada ketinggian menempati urutan kedua. Itulah sebabnya sebelum tampil di layar televisi atau memulai shooting maka dibutuhkan keteguhan mental yang luar biasa agar segala gagasan yang telah dipersiapkan oleh empat kandidat dibantu para tim media atau tim sukses tidak akan sia-sia saat mendapat sorotan kamera. Sekali lagi penulis tekankan bahwa empat kandidat jangan merasa tampil di depan kamera memiliki mental yang sama ketika tampil di sebuah forum. Ingat, satu kamera berjuta mata. Sekali Anda salah atau keliru, maka bersiaplah ada sosial media yang akan menghukum Anda sebab masyarakat akan dengan mudah mencari video yang salah itu kemudian mereka share melalui layar sosial media.

Sedikit tips bagi empat kandidat sebelum tampil di layar televisi melalui debat kandidat yang akan berlangsung 28 Maret 2018. Tips ini perlu saya utarakan atau paparkan sebab belasan tahun saya sebagai penulis pernah berkecimpung di dunia televisi baik nasional (Trans TV) maupun regional (VE Channel) di Sulawesi Selatan. Tips ini sangat sederhana, tapi saya yakin akan memberikan sumbangsih atas penampilan Anda di layar kaca. Sebab jika empat pasang cagub ini tampil percaya diri maka jutaan penonton televisi di Sulawesi Selatan akan terhibur. Menghilangkan rasa stres tampil dilayar kaca adalah dapat dimulai melalui hal yang sederhana, atur nafas, pergelangan tubuh, leher, lengan serta indera tubuh yang lainnya. Persis sama ketika kita akan memulai olahraga jogging. Sebaiknya anda melakukan hal ini setiap saat menjelang debat. Ini tips sederhana akan tetapi jika ingin benar benar melakukan tips layaknya seorang presenter yang tampil di layar televisi maka tips pun ada beragam cara. Misalnya tangan kanan menekan rusuk bagian bawah serta tangan kiri menekan bagian perut. Ini hanya salah satu tips ala presenter. Adapula sedikit tips agar mulut tidak kaku atau tercekik saat berbicara di layar kaca. Seperti menggantungkan wajah ke arah bawah sekitar lima menit agar leher lunglai, lalu dagu ditengadahkan ke atas sehingga leher akan tertarik untuk melakukan tekanan pada pangkal tenggorokan. Nah jika telah hilang sedikit rasa nervus maka berusahalah minum air hangat seperti coklat, teh panas dan kopi. Ini adalah sedikit tips sederhana bagi empat kandidat beserta wakilnya untuk tampil di layar televisi. Tentu pemirsa berharap mereka yang akan ikut berdebat akan menyuguhkan penampilan yang gemilang bukan sekedar konsep dan gagasan. Sebab televisi itu, sampai saat ini bukan sekedar menampilkan sosok akan tetapi menampilkan unsur hiburan.

Selamat berdebat.

Jangan Lewatkan Berita Terbaru lainnya
Ikuti Online24jam.com di social Media Kamu