Peringati Hari Kesatuan Gerak PKK, Ketua Umum PKK: Momentum Memperkuat Ketahanan Keluarga

Editor : Andhika Bd

Online24, Papua – Saat memberi sambutan dalam acara peringatan Hari Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ketua Umum PKK, Erni Guntarti mengungkapkan, peran PKK sudah lama dalam memberi sumbangsih bagi bangsa. Terutama, dalam membina dan mendorong kesejahteraan keluarga. Katanya, tidak terasa sudah 46 tahun usia PKK. Dan, dalam rentang itu pula, banyak yang sudah dikerjakan.

“Tidak terasa pada hari ini gerak PKK sudah ada di pelosok nusantara selama 46 tahun. Hitungan 46 tahun itu pada hakikatnya adalah perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yuridis formal,” kata Erni, di Jayapura, Papua, Jumat (6/4/2018) lalu.

Menurut Erni, secara faktual sebenarnya gerakan PKK telah berkiprah sejak tahun 60-an. Artinya, sudah setengah abad lebih, PKK berkiprah di Indonesia. Dan, dalam rentang waktu sepanjang itu,  PKK tetap tak berubah sesuai khittahnya, menjadi organisasi yang menggerakkan peran serta keluarga keluarga dan masyarakat Indonesia.

“Selama rentang waktu itulah Alhamdulillah gerakan PKK tidak pernah mengalami dan menghadapi situasi pasang surut. Karena gerakan PKK senantiasa tumbuh dan berkembang seturut dengan dinamika perkembangan pembangunan di Indonesia,” katanya.

Namun demikian, Erni berharap segenap penggerak di PKK  tak berbangga hati secara berlebihan. Tapi hari gerak PKK harus dijadikan momentum untuk makin menambah semangat dalam mengabdi. Dan, ia minta semua relawan PKK tetap rendah hati.

“Gelorakan terus semangat pengabdian kita untuk kebajikan seluruh umat dan seluruh keluarga serta lingkungan kita,” ujar Erni yang juga istri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tersebut.

Peringatan hari gerakan PKK kali ini,  kata Erni, mengambil tema sentral kerukunan dalam keluarga dan lingkungan untuk mewujudkan Indonesia damai.  Tema tersebut mengandung makna,  melalui  momentum peringatan hari PKK,  diharapkan seluruh  penggerak PKK bahu membahu dengan semua elemen di masyarakat untuk memberikan pemahaman dan  kesadaran kepada seluruh keluarga di Indonesia, tentang pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian.

“Harus terus digelorakan bahwa   kondisi aman, nyaman tenteram dan damai di negara kita ini pada dasarnya dimulai dari keluarga dan lingkungan kita masing masing,” katanya.

Makna lebih mendalam lagi, lanjut Erni, hari jadi PKK yang  ke 46 ini, harus dijadikan momentum memperkuat kesadaran bahwa keluarga adalah benteng utama keutuhan negara. Karena keluarga sudah damai dan rukun, negeri ini pun akan ikut rukun.

“Di era sekarang, segala macam informasi dan berita seakan tidak ada lagi sekatnya. Dengan sangat mudah berbagai informasi itu dapat masuk kesetiap anggota keluarga kita. Misalnya hanya berawal dari sebuah informasi atau berita yang belum tentu benar tetapi dalam kasus hal- hal seperti itu dapat menimbulkan konflik komunal dan bahkan konflik sosial,” tuturnya.

Maka kata dia, ketika  sudah timbul konflik  dampaknya rasa aman dan tentram  akan hilang. Kerukunan di lingkungan pun terancam.  Keluarga menjadi unsur paling penting dalam menciptakan kenyamanan, kedamaian dan keamanan di lingkup lingkungan. Jadi, ketahanan keluarga sangat penting, misalnya dalam memilah dan memilih mana hal yang baik dan buruk. Mana yang salah dan mana yang benar.

“Disini pula terletak fungsi  tim penggerak PKK dan kader-kader PKK yang diharapkan dapat menjembatani peran setiap orang tua atau orang yang dituakan dalam rumah tangga dalam membangun ketahanan keluarga,” katanya.

Sebab kata Erni,  ketahanan keluarga mempengaruhi kerukunan dalam keluarga dan lingkungan.  Kerukunan dalam keluarga pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari karakter setiap individu dalam keluarga itu sendiri. Dan karakter individu dalam keluarga,  dapat dibentuk dan dikondisikan sejak dari kandungan ibu sampai seorang  tumbuh dewasa.

“Karena itulah peran orang tua atau orang yang dituakan dalan lembaga nampaknya menjadi faktor kunci harmonisasi dalam keluarga. Kehidupan harmonis dalan keluarga merupaka cermin kerukunan pada setiap rumah tangga. Tim penggerak PKK harus memberikan contoh nyata dan keteladan. Dan ikut serta menciptakan kerukunan keluarga dan lingkungan kita. Ini untuk kedamaian Indonesia,” katanya.

Erni pun mengingatkan beberapa hal yang harus diperhatikan semua tim dan kader PKK. Pertama, kerukunan dalam keluarga akan membuahkan kerukunan dalam masyarakat. Kedua, kerukunan dalam masyarakat akan membuahkan kerukunan dalam negara. Ketiga, kerukunan dalam negara itu mencerminkan negara yang damai. Karena itu Tim Penggerak PKK harus ikut berkontribusi secara nyata  dalam merawat kerukunan dan suasana damai di keluarga serta masyarakat secara keseluruhan.

“Karya itu tidak akan terwujud tanpa bekerja tapi berkaryalah dengan cerdas, terampil dan hati yang luhur. Libatkan daya kualitas dan inovasi dalam pengembangan program PKK yang semua ini harus dicapai melalui inisiatif dan ketekunan,” kata Erni, mengakhiri kata sambutannya.