Polisi Ungkap Kasus Tabung Gas Oplosan di Makassar

Reporter :
Editor : Aris Munandar

Online24, Makassar– Personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel berhasil mengungkap kasus tabung gas ilegal yang terjadi di Jalan Sipil Raya, Keluruhan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Rabu (28/3/2018) lalu.

Dalam pengungkapan tersebut polisi menetapkan satu orang tersangka yaitu Leonard Andre. Ia diduga telah memindahkan isi tabung gas dari 3 kilogram kedalam tabung gas 12 kilogram.

“Pelaku menggunakan regulator buatan atau alat tidak mendapatkan isin dari pertamina untuk memindahkan empat tabung gas 3 kilogram kemudian dimasukkan ke dalam tabung 12 kilogram,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat menggelar rilis di Stasiun Pengisian Pertamina, Jalan Nusantara, Kota Makassar, Rabu (11/4/2018).

Menurut Dicky, dari hasil pemeriksaan pelaku melakukan kegiatan itu lantaran tergiur keuntungan yang lebih besar dan telah dilakukan sejak bulan September 2017. Namun, polisi berhasil mengungkap kegiatan ilegal itu pada bulan Maret 2018.

“Jadi empat buah tabung gas 3 kilogram dimasukkan kedalam tabung gas 12 kilogram ia mendapatkan keuntungan sekitar Rp80 ribu pertabung. Sementara kalau hanya 3 kilogram bersudsidi ia hanya mendapat Rp2 ribu,” terang Dicky.

“Tabung gas 12 kilogram yang diisi empat buah tabung gas 3 kilogram setelah dilakukan penimbangan oleh pihak Metrologi ternyata hanya berisi 11 kilogram sehingga terjadi kekurangan 1 kilogram per tabung,” lanjutnya.

Dari tangan pelaku berhasil disita barang bukti berupa 72 tabung gas 12 kilogram, 499 tabung gas 3 kilogram, 24 buah regulator buatan, satu buah timbangan tabung gas serta satu unit kendaraan roda empat yang dilengkap STNK.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 62 ayat 1 huruf Undang-Undang RI Nomor 8 tahun 1988 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana lima tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar. Selain itu, pasal 32 ayat 1 Jo pasal 25 subs pasal 32 ayat 2 Juncto pasal 30 Undang-Undang RI Nomor 2 tahun 1981 tentang metrologi legal dengan ancaman hukuman satu tahun penjara dan denda Rp1 juta.