Polisi Ringkus Dukun Beranak Tempat Aborsi Mahasiswi UIN yang Tewas, Ini Identitasnya

Reporter :
Editor : Andhika Bd
RR, mahasiswa UIN yang tewas usai aborsi ke dukun beranak.
RR, mahasiswa UIN yang tewas usai aborsi ke dukun beranak.

Online24, Sungguminasa – Peristiwa tewasnya seorang mahasiswi UIN Alauddin Makassar yang berinisial RR (21) karena menggugurkan kandungan, saat ini sudah gelar perkara. Hal ini disampaikan Kapolres Takalar, AKBP Gany Alamsyah Hatta saat dikonfirmasi.

“Sudah digelarkan, segera dibuatkan sprin sidik untuk upaya penangkapan dan penahanan,” ucap Gany Alamsyah kepada Online24jam, Kamis (12/4/2018) siang.

Lebih lanjut, Ia menyebutkan bahwa dukun beranak inisial HLJ dan kekasih mahasiswi tersebut, ANS telah diamankan di Polres Takalar.

“Calon tersangkanya yaitu pacar dan dukun beranak, sudah kami amankan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa visum dari dokter forensik terhadap Jenasah dan janin sudah selesai, namun hingga saat ini pihak Polres Takalar masih menunggu hasil visum tersebut.

Sebelumnya, seorang mahasiswi UIN Alauddin Makassar inisial RR (21) yang tinggal di rumah kos-kosan, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa diketahui meninggal dunia setelah melakukan aborsi, Rabu (11/4/2018) kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah melakukan aborsi di rumah dukun beranak HLJ (55), di Dusun Cikoang, Desa Cikoang, Kecamatan Maangara Bombang, Kabupaten Takalar Senin (10/4/2018) sekira pukul 20.00 Wita. RR pun dibawa oleh pacarnya, ANS (21) menuju RSU Syech Yusuf Gowa guna mendapat perawatan medis pasca aborsi.

Namun nahas, RR yang mengalami pendarahan hebat sehingga tidak dapat tertolong, hingga akhirnya ajal menjemput, Rabu (11/4/2018) sekira pukul 04.30 WITA di RSUD Syech Yusuf.

“Peristiwa aborsinya terjadi di Takala. Modus operandi yaitu pelaku dukun beranak memijat perut RR yang akibatkan janin dalam kandungannya keguguran,” ungkap Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa setelah melakukan koordinasi dan olah tkp bersama Polres Takalar, kemudian kasus tersebut sepenuhnya ditangani oleh Polres Takalar, mengingat kejadian aborsi di wilayah hukumnya.

[fbcomments]