Ungkap Peredaran Gelap Narkoba, Polisi Amankan 1 Kilogram Sabu

Reporter :
Editor : Muh. Idris

Online24, Makassar – Polisi berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu. Dalam pengungkapan itu, seorang kurir berhasil ditangkap sedang membawa barang haram tersebut.

Pelakunya adalah Muh Idham Syafruddin (21) tercatat sebagai warga Jalan Batua Raya no 25 E. Ia diringkus personel Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan di Jalan Borong Raya, Kompleks Bitoa Lama, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Rabu (11/4/2018) malam.

“Jadi berdasarkan laporan masyarakat, pelaku sudah sering menjadi kurir narkoba. Setelah anggota melakukan penyelidikan selama dua minggu pelaku berhasil ditangkap,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat menggelar rilis di Mapolres Pelabuhan Makassar, Kamis (12/4/2018).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 11 paket besar kristal bening yang diduga kuat adalah narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam kantong plastik warna hitam.

“Barang buktinya itu 1 kilo 50 gram sabu, itu kalau kita Rupiahkan lebih dari Rp1,5 milliar,” lanjut Dicky.

Dicky menyebutkan, berdasarkan keterangan pelaku bahwa barang haram tersebut adalah milik dua orang bandar dengan Inisial AS dan AR. Saat ini, keduanya masih dalam pengejaran polisi.

“Jadi Idham diarahkan oleh AS dan AR untuk menjadi kurir sabu dengan upah Rp2,5 juta. Kita masih akan melakukan pengembangan untuk menangkap kedua pemilik barang haram itu,” tandasnya.

Selain itu, mantan Dir Sabhara Polda Kepulauan Riau itu menambahkan bahwa, Idham beserta AS dan AR merupakan salah satu jaringan daerah Kota Mamuju. Sedangkan barang haram tersebut berasal dari Samarinda untuk diedarkan di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tengah.

“Modus operandi peredaran narkoba ini sekarang bermain di Mamuju karena kami telah tekan di Pelabuhan Makassar maupun Pare-Pare. Jadi sekarang mereka bergeser ke wilayah Sulawesi Barat,” tandas Dicky.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara.