Ini Penyebab Ledakan yang Terjadi di Kejari Makassar

Reporter :
Editor : Endhy
Barang bukti yang dibakar.
Barang bukti yang dibakar.

Online24, Makassar – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri telah melakukan olah TKP guna menyelidiki penyebab ledakan yang terjadi di halaman Kejari Makassar, Jalan Amannagappa, Rabu (11/4/2018) kemarin.

Hasilnya, penyebab ledakan tersebut diketahui akibat adanya detonator yang ikut terbakar saat pemusnahan barang bukti. Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Makassar, Kamis (12/4/2018).

“Menurut Labfor penyebab ledakan itu adalah detonator. Pihak Labfor mengatakan ada ditemukan detenator yang terbakar saat dilakukan olah TKP. Seharusnya kalau ada detonator jangan digabung karena rawan bisa menyebabkan ledakan,” ungkap Dicky.

Meski demikian, kata Dicky, itu hanya kesimpulan awal berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri.

“Ini baru kesimpulan awal dari Labfor. kalau terkait adanya kelalaian kita tunggu pihak Polrestabes Makassar untuk merilisnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar memusnahkan sejumlah barang bukti tindak pidana umum, Rabu (11/4/2018). Giat ini sendiri menimbulkan ledakan dari tangki pemusnahan sehingga melukai dua orang.

Barang bukti yang kebanyakan obat-obatan terlarang tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Kejari Makassar.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan yakni somadril sebanyak 3.747 butir, THD 2.260 butir, tramadol 2.350 butir, PCC 1.120 butir, carnaphen 1.870, dextrose 13 kaleng, dimana setiap kaleng berisi 6500 butir. Selain itu, ada badik 13 buah, anak panah 61 buah, ketapel 19 buah, senjata tajam jenis parang, pisau sejumlah 14 buah, dan ponsel sebanyak 26 buah.

Giat pemusnahan barang bukti tersebut sempat diwarnai ledakan dengan suara yang cukup kencang. Akibat ledakan tersebut, dua orang mengalami luka dan sejumlah kaca di kantor Kejari Makassar pecah.