Grab dan Go-jek Didesak Menjadi Perusahaan Transportasi, Jika Tak Ingin Diberi Sanksi

Editor : Muh. Idris

Online24, Jakarta – Kehadiran Grab maupun Go-jek ditengah masyarakat kita tentu sangat membantu di bidang jasa transportasi umu. Berbasis online.

Tidak dapat dipungkiri keberadaan transportasi online tersebut sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hal itu, Kementerian Perhubungan mengharapkan agar penyedia aplikator ini menjadi perusahaan transportasi.

Direktur Angkutan dan Multimoda Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana menuturkan, setelah Peraturan Menteri Perhubungan tersebut terbit, aplikator wajib mendaftarkan diri menjadi perusahaan transportasi. Jika tidak, mereka dikenai sanksi teguran administrasi, denda, pembekuan hingga pencabutan izin.

“Itu sesuai dengan amanat undang-undang,” kata Cucu.

Meski demikian, ia mengatakan, pemerintah akan memberikan masa transisi aplikator untuk memenuhi persyaratan perusahaan transportasi. Menurutnya, aplikator membutuhkan proses penyelesaian administrasi.

Lebih lanjut disebutkan bahwa pekan ini menjadi batas akhir bagi perusahaan penyedia aplikasi transportasi online untuk mendaftarkan diri sebagai perusahaan transportasi, laiknya perusahaan sejenis pada umumnya.

Meskipun pihak Grab maupun Go-jek belum menanggapi permintaan pemerintah tersebut.