Jokowi: APBD Digunakan Untuk Program Padat Karya Tunai

Editor : Endhy
Presiden RI, Joko Widodo/kemendagri.go.id
Presiden RI, Joko Widodo/kemendagri.go.id

Online24, Jakarta – Saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat, Presiden Joko Widodo berharap pemerintah daerah dapat menjalankan program padat karya tunai yang dibiayai APBD. Sebab selama ini program padat karya tunai dilaksanakan oleh pemerintah melalui beberapa kementerian. Presiden berkunjung ke Papua Barat untuk meninjau program padat karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

“Saya tadi pesan ke Pak Gubernur, kalau bisa yang dari APBD provinsi dan APBD kabupaten atau kota itu juga bisa dilaksanakan sebagian dengan padat karya agar membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya di masyarakat,” ujar Presiden Jokowi saat meninjau pelaksanaan program padat karya tunai berupa pembangunan jalan lingkungan di Kampung Kokoda, Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Jumat, (13/4/2018), dikutip dari situs Kemendagri.

Jokowi menambahkan, di tingkat pusat, ia telah menginstruksikan kementerian-kementerian untuk memperbanyak pelaksanaan program padat karya tunai di daerah. Saat tiba di lokasi, hujan deras mengguyur. Tapi hujan yang turun, tak menyurutkan langkah Presiden. Berpayung merah, di bawah guyuran hujan, Presiden meninjau pembangunan jalan lingkungan.

Pembangunan jalan lingkungan itu sendiri mempekerjakan tenaga setempat sebanyak 30 orang. Selama menjalankan pekerjaan pembangunan tersebut, mereka menerima upah sebesar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per harinya.

Jalan lingkungan yang merupakan kelanjutan dari pembangunan jalan akses sepanjang 150 meter pada tahun 2017 lalu itu rencananya akan dibangun sepanjang 75 meter dan dilengkapi oleh saluran drainase sepanjang 150 meter. Nilai anggaran untuk pembangunan kali ini adalah sebesar Rp133 juta.

Presiden juga mengungkapkan,  bahwa dirinya telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk turut memperbaiki rumah-rumah di wilayah setempat. Sebab berdasarkan informasi, saat ini terdapat 84 unit rumah yang akan dilakukan perbaikan dengan menggunakan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Tadi kalau jalannya sudah jadi, 2-3 bulan selesai, saya perintahkan ke Pak Menteri untuk juga memperbaiki rumah-rumah yang ada di sini sehingga menjadi rumah sehat yang layak huni,” katanya.

Dalam kunjungan itu, ikut mendampingi Presiden, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.