Ketua Umum PPP Sebut Jokowi Pro-Komunis Adalah Hoax

Reporter :
Editor : Endhy
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy

Online24, Semarang – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy akrab disapa Romy menepis isu Presiden Joko Widodo prokomunis.

Bahkan menurut ketua PPP periode 2014-2019 itu menekankan bahwa isu tersebut merupakan hoax, juga berakar dari terbitnya Tabloid Obor Rakyat pada masa Pilpres 2014 silam.

Kala itu PPP mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Saat itu pula, Romy ditempatkan sebagai Ketua Divisi Strategi Kampanye Prabowo-Hatta.

Romy juga mengakui ada pendukung Prabowo yang menawarkan membuat kabar hoax untuk menyerang Jokowi pada kontestasi pilpres saat itu. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah.

“Yang muncul pada saat itu adalah bahwa Pak Jokowi adalah anak seorang Tionghoa yang bernama Oei Hong Leong, dan dia adalah aktivis PKI (Partai Komunis Indonesia). Itu dibuat dibukukan, dibakukan ke dalam satu tabloid yg bernama obor rakyat,” ungkap Romy sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Jumat (13/4/2018).

Romy mengaku sempat diminta mengoreksi edisi pertama Obor Rakyat. Namun, dia sadar tabloid itu penuh fitnah yang bisa berbahaya dikemudian hari sehingga enggan terlibat di dalamnya.

“Saya mengatakan kalau ini fitnah. Kalau menang bisa jadi dengan kekuasaan bisa ditutup hukumnya. Tetapi kalau kalah bisa cilaka kita. Maka saya enggak mau melakukan koreksi,” papar Romy saat munas Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

Dia menyayangkan isu ini terus berkembang di masyarakat. Padahal, saat Jokowi ikut pilkada di Solo dan Jakarta, isu itu tak pernah muncul.

“Saya berada di jantung pertarungan itu dan saya baru kali ini cerita. Kenapa? Karena hari ini pertarungan politik sangat tidak sehat. Dan sudah sangat mengganggu keutuhan kita sebagai bangsa. Karena yang seperti ini harus kita luruskan,” tegas Romy.