Ini Cabe Terpedas di Dunia, Bikin Penikmatnya Dilarikan ke Rumah Sakit

Editor : Aris Munandar
Cabe jenis Carolina Reaper dinobatkan sebagai cabe terpedas di dunia oleh Guinness World Record. foto: BBC Indonesia
Cabe jenis Carolina Reaper dinobatkan sebagai cabe terpedas di dunia oleh Guinness World Record. foto: BBC Indonesia

Online24, Makassar – Warga Indonesia dikenal sangat gemar dengan makanan pedas. Namun tahukah Anda jika cabe terpedas di dunia ada di Amerika Serikat. Saking pedasnya, seorang pria yang menyantap hanya sebutir cabe itu dalam suatu lomba, harus dilarikan ke rumah sakit.

Namanya cabe Carolina Reaper. Cabai Carolina Reaper mengandung 1,569,300 Scoville Heat Units (SHU) atau tingkat kepedasan cabai. Sebagai perbandingan, skor cabai rawit berkisar antara 30.000-50.000 SHU. Dinobatkan sebagai cabai terpedas di dunia oleh Guinness World Records pada tahun 2013.

Dilansir dari BBC Indonesia, seorang pria di New York yang menyantapnya dalam lomba makan cabe pedas akhirnya harus dilarikan di rumah sakit setelah mengalami thunderclap atau serangan sakit kepala mendadak yang luar biasa.

Pria berusia 34 tahun itu merasakan sakit kepala yang begitu “menyakitkan” beberapa hari setelah menyantap sebutir cabe saat lomba itu. Ini kasus pertama yang serangan sakit kepala itu yang dikaitkan dengan cabai, karenanya kejadian ini dimasukkan dalam BMJ Case Reports.

Dr Kulothungan Gunasekaran, di Rumah Sakit Henry Ford di Detroit, yang menulis laporan itu, mengatakan orang-orang perlu menyadari risiko ini, jika makan cabai.

“Sekarang ini kami masih tidak akan menyerukan untuk tidak makan cabe Carolina Reaper, tetapi kami merekomendasikan agar masyarakat berhati-hati akan efek buruk yang ditimbulkan dan kami menganjurkan untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami sakit kepala secara tiba-tiba setelah makan cabai,” ujarnya.

Sakit kepala “thunderclap” disebabkan oleh penyempitan tiba-tiba pada pembuluh yang memasok darah ke otak, keadaan yang dikenal sebagai reversible cerebral vasoconstriction syndrome (RCSV).

Awalnya, laki-laki itu mengalami muntah-muntah sesaat setelah lomba makan cabai. Lalu ia mengalami sakit leher selama beberapa hari kemudian, dan didera sakit kepala yang luar biasa, yang berlangsung beberapa detik.

Ini adalah kasus RCVS pertama yang dikaitkan dengan makan cabai. Sebelum ini, makan cabe cayenne dikaitkan dengan penyempitan tiba-tiba arteri koroner dan serangan jantung.

Gejala yang dialami oleh pria tersebut sembuh dengan sendirinya. Dan hasil CT scan yang dilakukan lima minggu kemudian menunjukkan bahwa arteri telah kembali ke ukuran normal.