Jokowi Ingin Gandeng Prabowo di Pilpres Nanti, Ini Alasannya

Editor : Muh. Idris

Online24,Jakarta – Berkaca pada Pilkada DKI Jakarta yang dipenuhi ketegangan dan berpotensi memicu konflik, membuat keinginan Jokowi untuk mengandeng Prabowo Subianto.

Keinginan ini disampaikan oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy. di sela Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

Alasan utama Presiden Joko Widodo ingin menggandeng Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai cawapres adalah untuk menjaga persatuan.

Menurutnya, DKI Jakarta saja yang satu provinsi luar biasa gaung perbedaannya. Kemudian intoleransi meningkat dengan simpul-simpul agama. Inilah yang menjadi kekhawatiran Jokowi.

Menurut dia, dengan pelaksanaan Pemilu 2019 yang digelar serentak dan yang diikuti sekitar 320.000 calon anggota legislatif (caleg), potensi perpecahan bisa terjadi jika Jokowi dan Prabowo kembali berhadapan.

Alasannya, masing-masing caleg akan mengampanyekan Jokowi dan Prabowo sekaligus karena waktu pencoblosan pileg dan pilpres berbarengan.

“Masing-masing (caleg) mengampanyekan hanya dua kutub. Jokowi atau Prabowo. Bisa dibayangkan betapa dahsyatnya. Dan itu tak terjadi pada Pilpres 2014 karena pileg duluan,” ujar Romi.

“Nah, hari ini pileg bersama dengan pilpres. Karena itu kami DPP partai mewajibkan seluruh caleg memperjuangkan, mengampanyekan capres yang kami usung,” lanjut Romi.

Romi mengatakan, Jokowi sempat menanyakan pendapatnya jika ia menggandeng Prabowo sebagai cawapres pada Pilpres 2019.

Romi mengaku menyambut baik ide tersebut. Prabowo, kata Romi, juga mengapresiasi tawaran Jokowi. dan saat itu Prabowo juga merasa terhormat karena mendapatkan tawaran itu. Bahkan, lanjut Romi, Prabowo merespons positif tawaran tersebut.