Gelar Unjuk Rasa, Unibos Beri Kartu Merah Pemerintahan Jokowi-JK

Reporter :
Editor : Aris Munandar

Online24, Makassar – Puluhan mahasiswa dari Eksekutif Komisariat Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Universitas Bosowa Makassar memggelar aksi unjuk rasa di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumiharjo, Makassar, Senin (16/4/2018).

Dalam tuntutannya, mereka membawa isu ‘Kartu Merah untuk Rezim Jokowi-JK’, serta membawa 13 tuntutan yang dianggap bahwa kebijakan pemerintahan Jokowi-JK mencederai hak-hak dasar warga negara Indonesia.

“Sejak awal berjalannya pemerintah ini berniat membawa perubahan terhadap kehidupan rakyat Indonesia. Namun, komitmen politik pemerintahan ini sama sekali tidak dijalankan,” ujar jenderal lapangan, Samuel.

“Faktanya ini semacam neo-liberalisme. Contoh kasus, persoalan-persoalan sengketa lahan. Pada program Jokowi-JK yang berbicara persoalan reformasi agraria. Namun, hari ini begitu banyak ketimpangan, lihat Sulawesi Tengah. Jelas – jelas dalam masyarakat itu kemudian dilakukan tindakan represif,” tambahnya.

Pada aksi tersebut, 13 tuntutan dilayangkan ke DPRD Provinsi Sulsel dengan harapan bisa disampaikan ke DPR RI.

Ke-13 tuntutan tersebut yaitu tolak kenaikan BBM; tolak UU MD3; tolak Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing; tolak RUU KUHP Pasal Hak Imunitas Presiden dan Wakil Presiden anti kritik; tolak UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Tolak UU Momor 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi; Nasionalisasikan PT Freeport Indonesia,
laksanakan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis; laksanakan Pasal 33 UUD 1945, Laksanakan UU pokok agraria nomor 5 Tahun 1960; hentikan perampasan tanah rakyat; tegakkan demokrasi dalam kampus; dan menangkan Pancasila.

Sampai saat ini, LMND Komisariat Universitas Bosowa melakukan mediasi di ruangan Kasubag Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat, DPRD Provinsi Sulsel.