Kasus Aborsi Mahasiswi UIN Masih Bergulir di Polres Takalar

Reporter :
Editor : Aris Munandar
RR, mahasiswa UIN yang tewas usai aborsi ke dukun beranak.
RR, mahasiswa UIN yang tewas usai aborsi ke dukun beranak.

Online24, Takalar – Kasus meninggalnya seorang mahasiswi UIN Alauddin Makassar inisial RR (21) karena aborsi sampai saat ini masih bergulir di Polres Takalar.

Sebelumnya dua tersangka telah ditetapkan karena diduga mempunyai andil sehingga mengakibatkan kematian terhadap mahasiswi asal Kabupaten Wajo itu. Kedua pelaku yaitu kekasih RR, ANS (21) dan dukun beranak HLJ (55).

Kapolres Takalar, AKBP Gany Alamsyah Hatta yang dikonfirmasi mengatakan bahwa kasus aborsi ini masih sementara diproses.

“Mohon waktu dimungkinkan hari Rabu depan, kami masih menunggu kepastian dari jaksa yang ditunjuk oleh Kejari Takalar,” ujar AKBP Gany Alamsyah Hatta, Senin (16/4/2018).

Ia menyebut bahwa rencana aborsi tersebut datang dari kedua pasangan yang belum menikah itu. Hanya saja, belum diketahui pasti inisiatif untuk melakukan aborsi oleh siapa.

Lebih lanjut, Ia juga mengatakan bahwa terhadap ANS dan HLJ dipersangkakan pasal 80 undang-undang perlindungan anak dengan ancaman kurungan diatas lima tahun.

Sebelumnya, diketahui RR (21) meregang nyawa setelah menggugurkan janin yang dikandungannya. Ia tewas saat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Syekh Yusuf, Jalan Kalong Tala, Kabupaten Gowa, Rabu (11/4/2018).