Kakao, Harga Diri Kabupaten Luwu Utara

Editor : Endhy

Online24, Masamba – Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menyebutkan bahwa ada dua komoditi yang menjadi harga diri Kabupaten Luwu Utara. Kedua komoditi tersebut adalah sagu dan kakao. Komoditi terakhir menurut Indah adalah adalah komoditi yang menjadi sumber peningkatan devisa bagi daerah sekaligus perekonomian masyarakat.

“Ada 2 komoditi yang menjadi harga diri kita, yaitu sagu karena merupakan lambang daerah, serta kakao karena dari tempat inilah lahir kebijakan nasional yang bernama Germas Kakao,” ungkap Indah saat membuka acara Focus Group Discussion Capacity Building Kakao dalam Peningkatan Produksi dan Produktivitas baru-baru ini di Aula BAPPEDA.

Indah mengatakan, kegiatan FGD yang dilakukan BAPPEDA adalah sebuah kegiatan yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Luwu Utara. “Sekadar kita ketahui bahwa tugu kakao yang ada di Desa Radda itu merupakan harga diri sekaligus sebagai identitas daerah kita. Jadi apa yang kita lakukan hari ini ujung-ujungnya adalah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat kita,” tandas Indah.

FGD Capacity Building Kakao juga melibatkan beberapa elemen peserta, di antaranya dari kelompok tani kakao, gapoktan, kepala desa dan FOMAKARA, serta para penyuluh pertanian. Turut hadir Kepala BAPPEDA Rusydi Rasyid, Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Dwitya Putra S. Besar, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Agussalim Lambong, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Armiady dan Kepala Fomakara Luwu Raya Sam Sumastono.